2. Memiliki arti atau makna terbaik
Nama seorang anak banyak diambil dari bahasa yang mempunyai makna terbaik. Tentu saja orangtua harus memilih nama yang memiliki arti yang dalam bagi anak tercinta.
3. Memberikan nama-nama penghambaan kepada Allah (Asmaul Husna)
Bisa memberikan nama anak dengan nama-nama penghambaan kepada Allah atau Asmaul Husna, misalnya Abdul Aziz, Abdul Ghoniy. Orang pertama yang menamai anaknya dengan nama demikian adalah sahabat Ibnu Marwan bin Al-Hakim.
Sesungguhnya orang-orang Syi'ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini. Mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anaknya dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh 'Ali bin Abi Thalib adalah Abdurrahman bin Muljam.
4. Memiliki kesan
Secara umum, nama keluarga yang panjang dipasangkan dengan nama pertama yang singkat, begitupula sebaliknya. Ingat, nama merupakan suatu hal yang akan dituliskan pada setiap lembaran kertas sepanjang hidup seseorang.
5. Memberikan nama-nama orang salih
Dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:
أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم).
"Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang salih." (HR Muslim)
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)