6. Musailamah al-Kadzdzab
Musailamah al-Kadzdzab juga mengklaim dirinya sebagai nabi, bahkan mengaku telah menerima wahyu dalam kegelapan. Untuk menghentikan aksinya yang menyebarkan ajaran tidak benar, Abu Bakar Ash-Shiddiq pun menggelar operasi militer di bawah komando Khalid ibn Al Walid, Ikrimah ibn Abi Jahal, dan Syarahbil ibn Hasanah.
Kemudian pasukan ini dihadang oleh Musailamah yang membawa bala tentara berkekuatan 40 ribu serdadu. Lalu pertempuran besar pun terjadi, berakhir dengan kemenangan total legiun kaum Muslimin. Musailamah sendiri terbunuh di tangan Wahsyi ibn Harb radhiyallahu anhu. Kebenaran menang dan panji tauhid pun makin menjulang.
7. Al Harits ibn Sa'id al Kadzdzab
Al Harits ibn Sa'id al Kadzdzab awalnya menampilkan diri sebagai seorang ahli ibadah di Damaskus. Namun setelah itu, ia malah mengaku dirinya sebagai nabi.
Ketika mengetahui Khalifah Abdul Malik ibn Marwan sudah mendengar tentangnya, Al Harits pun bersembunyi. Tapi ada seorang pria Bashrah yang mengetahui keberadaannya. Pria ini lantas berpura-pura beriman kepadanya. Hingga akhirnya Al Harits selalu mengizinkannya bertemu kapan saja ia mau.
Setelah berhasil meraih kepercayaan Al Harits, selanjutnya pria itu lalu menghubungi Khalifah Abdul Malik. Khalifah pun mengirim pasukan untuk menangkap Al Harits. Khalifah Abdul Malik kemudian memanggil sejumlah ulama dan ahli agama untuk menasihati dan mengajari Al Harits bahwa pengakuannya sebagai nabi adalah bisikan setan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)