Kemudian keesokan harinya saat Fatimah akan berangkat menuju rumah Ummu Mutiah, Husein yang merupakan adik Hasan ternyata sedang menangis. Ia tidak mau ditinggal oleh ibunya, dan merengek ingin ikut pergi.
Tidak tega melihat anaknya terus saja menangis, lalu Fatimah berangkat dengan membawa kedua putranya Hasan dan Husein.
Saat itu juga Fatimah menganggap bahwa Mutiah pasti sudah meminta izin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan. Dengan kata lain, ketika dia membawa Husein pun, maka hal itu sudah termasuk izin yang diberikan kepada Hasan, sebab Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.
Akan tetapi sesuatu di luar prediksi terjadi. Saat mereka sudah tiba di depan rumah Ummu Mutiah, kejadian yang sama sebelumnya terulang lagi. Ummu Mutiah berkata bahwa izin yang diberikan oleh suaminya hanyalah untuk menemui Hasan seorang, tidak untuk Husein. Ummu Mutiah belum meminta izin suaminya untuk menemui Husein.
Melihat sikap Ummu Mutiah yang sangat mulia karena tidak berani menerima tamu laki-laki tanpa seizin suaminya, meskipun hanya seorang bayi, Fatimah sangat kagum. Di dalam hatinya berkata, pantas saja Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengatakan bahwa ia adalah wanita pertama setelah Ummul Mukminin yang akan masuk surga.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)