Share

Cerita Abu Nawas Titip Emas ke Perampok Sadis, Ending-nya Bikin Takjub Banget

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2023 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 614 2749736 cerita-abu-nawa-titip-emas-ke-perampok-sadis-ending-nya-bikin-takjub-banget-NK4D9TYNv5.jpg Ilustrasi cerita Abu Nawas menitipkan emas ke perampok sadis. (Foto: Istimewa/Sindonews)

CERITA Abu Nawas ini bermula dari adanya ketua perampok yang terkenal sadis dan kejam. Ia mempunyai puluhan anak buah yang juga tidak kalah sadisnya. Mereka kerap melakukan aksi di tengah gurun pasir yang gersang jauh dari permukiman penduduk.

Bagi siapa saja yang melewati daerah kekuasaannya, maka akan bernasib sial, terutama rombongan kabilah yang membawa barang dagangan. Apabila ada yang berani menolak atau melawan saat dirampok, gerombolan perampok tersebut tidak segan-segan membunuhnya.

BACA JUGA:Berkat Sorbannya, Abu Nawas Tidak Jadi Dihukum Gantung 

Suatu ketika Tuan Hamid berencana pergi ke negeri seberang untuk membawakan pesanan yakni sebuah perhiasan emas. Namun ia ragu melakukannya, sebab harus melewati gurun pasir yang merupakan kawasan komplotan perampok sadis tersebut.

Tuan Hamid pun bingung dengan situasi yang dialami. Sementara ia harus mengirim emas pesanan secepatnya.

Setelah merenung agak lama, terlintas di benaknya sosok Abu Nawas. "Semoga saja dia bisa membantuku," pikir Tuan Hamid, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Humor Sufi Official, Jumat (20/1/2023). 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Dia lantas pergi menemui Abu Nawas. Sesampainya di rumah Abu Nawas, Tuan Hamid lalu mengungkapkan permasalahannya.

"Wahai Abu Nawas, aku bingung dengan situasi yang sedang aku alami. Barang kali kamu bisa membantuku," ujar Tuan Hamid.

"Masalah apa yang membuatmu bingung?" tanya Abu Nawas.

"Begini Abu Nawas, besok aku harus mengirim perhiasan emas ke negeri seberang, tapi aku takut karena harus melewati gurun pasir yang menjadi tempat komplotan perampok sadis. Aku dengar siapa pun yang melewati daerah itu pasti hartanya dirampok sampai ludes. Kalau menolak akan dibunuh," ucap Tuan Hamid.

"Menurutmu apa yang harus aku lakukan?" tanya Tuan Hamid mengimbuhkan.

Sejenak Abu Nawas terdiam. Dalam hati ia berkata, "Mereka memang perampok yang sadis. Aku dengar tidak ada yang bisa selamat melewati daerah itu kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala."

BACA JUGA:Cerita Lucu Abu Nawas Menginap di Rumah Pencuri Sampai Membuatnya Tobat 

"Ya sudah begini saja Tuan Hamid. Aku akan membantumu, biarkan aku yang melakukan tugas itu," ucap Abu Nawas.

"Maksudmu, kau yang akan mengantar emasnya?" tanya Tuan Hamid.

"Benar Tuan Hamid. Itu pun kalau Tuan mengizinkan," jawab Abu Nawas.

"Tentu saja Abu Nawas. Aku justru berterima kasih. Kalau kau berhasil menjalankan tugas ini akan aku beri hadiah," kata Tuan Hamid kegirangan. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Singkat cerita berangkatlah Abu Nawas membawakan emas Tuan Hamid. Dia ikut rombongan kabilah besar yang sama-sama menuju negeri seberang.

Saat tengah malam tiba, sampailah mereka di tengah gurun pasir yang merupakan daerah komplotan perampok sadis.

Dari kejauhan Abu Nawas melihat ada gubuk kecil yang dihuni oleh satu orang, maka terlintaslah di benaknya sebuah ide untuk menyelamatkan emas yang dibawa.

Sebelum dihadang para perampok, lebih baik aku titipkan emas ini kepada orang penghuni gubuk itu," pikir Abu Nawas.

Ia pun segera memisahkan diri dari rombongan dan berjalan menuju gubuk itu. "Kawan, bolehkah aku menitipkan barang ini sebentar?" tanya Abu Nawas.

"Orang penghuni gubuk itu menjawab, 'Oh silakan taruh saja di dalam'."

Setelah menitipkan emas, Abu Nawas lalu mengejar rombongannya dan kembali berjalan bersama para kabilah. Tidak lama kemudian tiba-tiba komplotan perampok muncul mengadang dengan pedang terhunus di tangannya.

"Serahkan semua barang kalian! Jangan ada yang tersisa. Bila kalian melawan atau menolak, kami tidak segan-segan membunuh kalian," ancam komplotan perampok sadis itu.

Rombongan kabilah ini pun terpaksa memberikan semua hartanya karena ketakutan akan dibunuh. Sedangkan Abu Nawas yang tidak membawa apa pun hanya digeledah dan luput dari aksi perampokan.

Ketika semua barang dan harta berhasil didapatkan, komplotan perampok ini lalu pergi meninggalkan Abu Nawas dan rombongan.

"Alhamdulillah emas yang kubawa bisa selamat," ucap Abu Nawas dalam hati.

Kemudian Abu Nawas berniat kembali mendatangi gubuk tempat menitipkan emasnya. Setibanya di sana terlihat komplotan perampok yang tadi beraksi juga berada di dalamnya.

"Celaka, ternyata aku salah. Orang yang aku titipi emas justru ketua perampoknya," kata Abu Nawas kecewa. 

Saat hendak pergi, ketua perampok melihat kehadiran Abu Nawas. "Hai tuan, kemarilah jangan takut," teriaknya.

Sesaat Abu Nawas ragu dengan tawaran ketua perampok tersebut. "Kalaupun aku lari pasti akan mudah ditangkap oleh mereka dan bisa-bisa dibunuh. Lebih baik aku datangi saja. Hanya kepada Allah, aku meminta perlindungan," ucap Abu Nawas dalam hati.

Lalu Abu Nawas memberanikan diri menghampiri mereka. "Tuan mau mengambil barang titipan Tuan?" tanya ketua perampok.

"Benar, aku ke sini berniat untuk mengambilnya," jawab Abu Nawas.

"Ambilah dan segera tinggalkan tempat ini," ucap ketua perampok.

Abu Nawas sempat terkejut dan heran dengan ucapannya. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Abu Nawas segera mengambil emas titipannya dan pergi meninggalkan tempat itu.

Saat Abu Nawas berjalan menjauh, sayup-sayup mendengar percakapan para komplotan perampok tersebut.

"Kenapa Tuan membiarkan orang asing itu mengambil hartanya?" tanya salah satu anak buah.

Sang ketua perampok menjawab, "Orang asing itu telah memercayaiku seperti aku mempercayai Allah akan menerima tobatku. Aku hargai kepercayaan orang asing itu agar Allah menghargai kepercayaanku pula."

Mendengar hal itu barulah Abu Nawas tahu bahwa sebenarnya si ketua perampok adalah orang yang ingin bertobat. Wallahu a'lam bisshawab

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini