Share

Kisah Hakim bin Hizam, Keponakan Rasulullah yang Kaya Raya dan Masuk Islam Setelah Menaklukkan Makkah

Nurul Amanah, Jurnalis · Jum'at 03 Maret 2023 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 03 614 2774601 kisah-hakim-bin-hizam-keponakan-rasulullah-yang-kaya-raya-dan-masuk-islam-setelah-menaklukkan-makkah-xiWYQUC9Bu.jpg Ilustrasi kisah Hakim bin Hizam keponakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Istimewa/Baztab)

KISAH Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selalu dijadikan teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. Ini termasuk perjalanan sahabat ataupun keluarga beliau. Salah satu kisah yang dapat dijadikan teladan datang dari keponakan Rasulullah yakni Hakim bin Hizam yang kaya raya dan cerdas tetapi tetap rendah hati.

Dilansir Alim.org, Hakim bin Hizam atau Hakim ibn Hazm dibesarkan dalam keluarga kaya raya dan bangsawan yang menikmati status tinggi di masyarakat Kota Makkah. Dia juga orang yang cerdas dan santun serta sangat dihormati oleh masyarakat.

BACA JUGA:4 Amalan Syaban Menurut Rasulullah yang Dapat Dimaksimalkan Sebelum Ramadhan 

Ia dijunjung tinggi sehingga diberi tanggung jawab rifadah yang meliputi memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan kehilangan harta benda selama musim haji. Hakim bin Hizam mengambil tanggung jawab ini dengan serius dan bahkan membantu para jamaah yang membutuhkan dari harta bendanya sendiri.

Hakim bin Hizam adalah teman dekat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Hubungan mereka makin erat ketika Nabi menikah dengan bibinya, Khadijah binti Khuwailid. Namun terlepas dari persahabatan yang erat dengan Rasulullah, Hakim tidak menjadi seorang Muslim sampai penaklukan Makkah, atau lebih dari 20 tahun setelah dimulainya misi Nabi. 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Seseorang akan berpikir bahwa sosok seperti Hakim yang dikaruniai Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kecerdasan dan begitu baik kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, pasti akan menjadi orang pertama yang beriman kepada-Nya dan mengikuti petunjuk yang dibawa Rasulullah. Tapi itu tidak terjadi.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sendiri bingung. Seorang yang berakal seperti Hakim bin Hizam belum memeluk Islam untuk waktu lama. Nabi sangat berharap Hakim dan kelompok orang seperti dia akan menjadi Muslim.

BACA JUGA:Doa Buka Puasa dan Tata Caranya seperti Diajarkan Rasulullah 

Pada malam sebelum pembebasan Kota Makkah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berkata kepada para sahabatnya:

"Ada empat orang di Makkah yang aku anggap tidak berurusan dengan syirik dan aku sangat ingin mereka menerima Islam."

"Siapakah mereka wahai Rasulullah?" tanya para sahabat.

"Attab bin Usayd, Jubayr bin Mutim, Hakim bin Hizam, dan Suhayl bin Amr," jawab Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Dengan rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka semua menjadi Muslim. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Ketika memasuki Makkah untuk membebaskan kota dari kemusyrikan dan cara-cara kebodohan serta maksiat, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memerintahkan utusannya untuk menyatakan:

"Barang siapa menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, bahwa Dia tidak memiliki sekutu, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, dia selamat."

"Siapa pun yang duduk di Kakbah dan meletakkan senjatanya, dia aman. Barang siapa masuk ke rumah Abu Sufyan, dia selamat."

"Siapa pun yang memasuki rumah Hakim ibn Hazm, dia aman."

Rumah Abu Sufyan berada di bagian atas Makkah dan rumah Hakim berada di bagian bawah kota. Dengan menyatakan rumah-rumah ini sebagai tempat perlindungan, Nabi dengan bijak memberikan pengakuan kepada Abu Sufyan dan Hakim, melemahkan pemikiran apa pun yang mungkin mereka miliki, untuk melawan dan memudahkan mereka bersikap lebih baik kepadanya dan dakwahnya.

Hakim bin Hizam pun memeluk Islam sepenuh hati. Dia bersumpah pada dirinya sendiri akan menebus apa pun yang telah dilakukan selama hari-hari jahiliyah. Ia akan melalui jumlah yang sama di jalan Islam. 

Hakim ibn Hazm melakukan haji setelah menjadi Muslim. Dia membawa serta 100 unta yang bagus dan mengorbankan semuanya untuk mencapai kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada haji berikutnya, Hakim berdiri di Padang Arafah. Bersamanya ada 100 budak. Kepada masing-masing budak tersebut, dia memberikan liontin perak yang di atasnya terukir:

"Bebas demi Allah Yang Maha Esa dari Hakim ibn Hazm."

Pada haji ketiga, Hakim bin Hizam membawa serta 1.000 domba dan mengorbankan semuanya di Mina untuk memberi makan kaum Muslim yang miskin guna mencapai kedekatan dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini