PEMBAHASAN tentang dosa jariyah menarik untuk dibahas. Mengingat penyebaran informasi yang membuat dosa jariyah sangat mudah terjadi di zaman keterbukaan seperti saat ini.
Dosa jariyah merupakan segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum, aturan, dan syariat yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya tetapkan untuk seluruh manusia dengan kecenderungan untuk tidak melakukannya. Dialah orang yang mempelopori, menginisiasi perbuatan maksiat atau dosa.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS Yasin: 12)

Jangan dipikir dosa jariyah tidak akan dipersoalkan Allah Ta'ala di hari akhir nanti. Allah Ta'ala akan menampakan semuanya, menampakan apa yang sudah dilakukan manusia semasa hidupnya.
Janji Allah Ta'ala pasti akan terjadi dan dalam firman-Nya:
{يُنَبَّأُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ}
"Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." (QS. Al-Qiyamah: 13).
"Allah Ta'ala akan menampakkan amalan dan kemaksiatan kita selama di dunia," ujar Ustaz Dr Firanda Andirja MA dalam Kelas UFA.