Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Telaah Filsafat Idul Fitri Menurut Ayatullah Makarim Shirazi

Telaah Filsafat Idul Fitri Menurut Ayatullah Makarim Shirazi
Idul Fitri. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Ayatullah Makarim Shirazi menilai bahwa puasa di bulan Ramadan merupakan motivasi awal kepada setiap orang beriman untuk menyempurnakan dirinya yang ditandai dengan praktik atau usaha membersihkan dirinya, seperti ibadah di 3 malam lailatul Qadar, berpuasa selama sebulan penuh, syahadah Sayyidina Ali, dan nuzul Alquran.

Berbagai peristiwa yang terjadi dalam bulan suci Ramadan dapat membantu seluruh orang beriman untuk mencapai kesempurnaan agung sebagai ciptaan terbaik di muka bumi, sebagai Qs. At-Tin yang mengucapkan 3 kali kata sumpah pada 3 ayat pertama surah At-Tin untuk mendeskripsikan kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia di hadapan Allah swt.

Aktualitas dari berbagai proses ibadah pembersihan diri selama sebulan penuh, ialah Idul Fitri. Makarim Shirazi memaknai kata id berarti kembali (boz gast). Sedangkan kata fitri, ialah permulaan dan penciptaan.

Berdasarkan dua pemaknaan ini, Makarim Shirazi menyimpulkan bahwa kembalinya manusia pada permulaan penciptaan dirinya yang bersifat suci dan sempurna. Adapun dalam analisa filosofis, Makarim Shirazi memandang makna dari idul fitri ialah proses kembalinya insan sebagai ciptaan yang sempurna di muka bumi sebagai makhluk ilahi.

Manusia secara eksistensi terbagi dua dimensi, yaitu fisik dan jiwa. Makarim Shirazi menyebutkan bahwa proses kembalinya kesucian dan pembersihan eksistensi manusia terjadi pada jiwa, bukan pada fisik manusia. Kesempurnaan jiwa akan mempengaruhi pengetahuan manusia untuk melakukan berbagai tindak dan perilaku kebaikkan, seperti jujur, mengendalikan nafsu, dan menambah ketakwaan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement