Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Telaah Filsafat Idul Fitri Menurut Ayatullah Makarim Shirazi

Telaah Filsafat Idul Fitri Menurut Ayatullah Makarim Shirazi
Idul Fitri. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Berbagai impak pengetahuan dan perilaku akan mempengaruhi kehidupan manusia untuk bertindak berdasarkan pada akhlak yang mulia tanpa dipengaruhi atau dikendalikan oleh hawa nafsunya. Akibatnya, manusia dapat meningkatkan eksistensinya sebagai ciptaan ilahi yang terus mengalami pergerakan kesempurnaan jiwa di realitas.

Lebih lanjut, Ayatullah Makarim Shirazi menambahkan bahwa manusia yang telah mengaktualkan berbagai ibadah pembersihan dan penyucian diri di Idul Fitri diharapkan untuk terus menjaga kesempurnaan dirinya pasca perayaan Idul Fitri, sebagaimana telah dijelaskan bahwa konsep Idul Fitri dalam pandangan Makarim Shirazi sebagai motivasi awal bagi setiap manusia untuk menyempurnakan dirinya di realitas secara keberlanjutan.

Kesempurnaan secara keberlanjutan selaras dengan fitrah manusia yang mengharapkan kesempurnaan abadi. Dengan demikian, dapat dipahami bersama bahwa falsafah Idul Fitri Makarim Shirazi ialah motivasi awal manusia untuk menyempurnakan dirinya secara berkelanjutan.

Makarim Shirazi mempertegas konsep Idul Fitri melalui hadis Sayyidah Ali yang berbunyi; “هر روزی که گناهی در آن صورت نگیرد، عید است. عید روزی است که انسان به فطرت و اصل خداشناسی خود برگردد” yang artinya, “Setiap hari adalah Id bagi mereka yang tidak melakukan dosa.

Hari Id adalah kembalinya manusia pada fitrah dan asalnya di hadapan Tuhan.” Dari hadis Sayyidina Ali, Makarim Shirazi menyebutkan bahwa Idul Fitri terjadi setiap hari bagi mereka yang tidak melakukan dosa di muka bumi sebagai ruang kesucian dirinya untuk kembali pada fitrah sebagai makhluk terbaik di atas makhluk lainnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement