dari kafir Quraisy. Pasalnya, Rasulullah hanya memiliki pasukan yang kecil dan jumlahnya kalah jauh dibandingkan dengan jumlah pasukan lawan.
Meski begitu, Allah memberikan bantuan yang berdampak kepada kemenangan yang diraih oleh Rasulullah. Ini tentu sebuah peristiwa yang membanggakan sekaligus menyenangkan.
Sebagai bentuk syukur atas kemenangan tersebut, muncullah kalimat minal aidin wal faizin. Nabi pernah bersabda,
“Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Daud)
Setelah kemenangan besar tersebut, kaum muslim pada hari raya Idul Fitri secara tidak langsung merayakan dua kemenangan besar. Yakni, kemenangan melawan kafir di perang Badar dan kemenangan melawan hawa nafsu yang telah usai ketika merayakan hari raya Idul Fitri.
Itulah arti, makna dan sejarah Minal Aidin Wal Faizin sesungguhnya. Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)