JEDDAH - Melaksanakan ibadah arbain, berdoa di Raudhah dan melakukan wisata ziarah merupakan aktivitas yang ingin dilakukan jamaah haji Indonesia saat berada di Madinah. Mustatih merasa beruntung karena mendapatkan kesempatan melakukan semuanya.
Bertemu di rest area menuju perjalanan ke Jeddah kemudian lanjut Makkah, Mustatih menceritakan pengalamannya selama di Madinah.
Dengan wajah cerah, jamaah haji asal Indramayu itu mengaku bisa melakukan ibadah arbain, atau sholat di masjid Nabawi 40 waktu tanpa putus.
"Alhamdulillah bisa arbain, 40 waktu tanpa putus," kata Mustatih kepada Media Center Haji (MCH).
Untuk bisa melaksanakan arbain, Mustatih mengatakan dia berusaha selalu datang sebelum waktunya sholat seperti waktu Maghrib dan Isya. Usai sholat Maghrib dia memilih tinggal di masjid sembari menunggu Isya. Setelah Isya, baru dia pulang ke hotel untuk makan dan istirahat.
Pada saat Subuh, dia berangkat dari penginapan sekitar pukul 03.00 WAS. "Selalu begitu, sehingga bisa arbain sebelum berangkat ke Makkah," tambah pria beruia 65 tahun tersebut.
Selain arbain, Mustatih juga bisa masuk ke Raudhah. Sesuatu yang diharapkan banyak jamaah. Apalagi di tengah ketentuan ketat dari otoritas Masjid Nabawi, di mana jamaah yang ingin masuk ke Raudhah harus daftar lebih dulu. Bisa secara individu melalui aplikasi nusuk atau berkelompok lewat tasreh dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
"Kalau saya ke Raudhah tiga kali," ujarnya dengan wajah semringah.
Mustatih mungkin masuk kategori beruntung karena bisa masuk ke Raudhah lebih dari sekali. Selain melalui aplikasi atau kelompok, jadwal masuk Raudhah juga diatur dan sebelum ke dekat pintu masuk Raudhah, biasanya dilakukan pemeriksaan. Untuk jadwal misalnya. Jika masuk berdasarkan kloter, jamaah laki-laki kunjungan dimulai pukul 11.30 WAS sampai menjelang pagi.