Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Lobi Arab Saudi Agar Jamaah Kuota Tambahan Bisa Mendarat di Jeddah

Maruf El Rumi , Jurnalis-Minggu, 18 Juni 2023 |16:59 WIB
Pemerintah Lobi Arab Saudi Agar Jamaah Kuota Tambahan Bisa Mendarat di Jeddah
Ibadah Haji 2023 (Foto: MCH 2023)
A
A
A

JEDDAH - Petugas Penyelenggaara Ibadah Haji (PPIH) masih berusaha agar kloter jemaah haji kuota tambahan bisa mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Sejak pertama kedatangan, jamaah kuota tambahan harus mendarat di Bandara Amir Mohammed bin Abdulaziz Madinah, karena kapasitas bandara Jeddah yang sudah penuh.

Sampai Sabtu (17/6/2023) malam, sudah ada 1.089 jemaah haji kuota tambahan mendarat di Bandara AMAA, Madinah. Mereka yang sudah mendarat berasal dari Kloter 21 Embarkasi Balikpapan (BPN) dengan 277 jamaah, kloter 65 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) membawa 186 jamaah, Kloter 18 Embarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 242 jamaah dan kloter 34 Embarkasi Makassar (UPG), 388 jamaah.

 BACA JUGA:

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Arab Saudi, Haryanto mengatakan, pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) masih melakukan lobi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi agar jemaah haji kuota tambahan ini bisa mendarat di Jeddah seperti jemaah gelombang dua lainnya. "Diupayakan supaya bisa melalui Jeddah," ujar Haryanto di Jeddah, Sabtu (17/6/2023) malam.

Diakui Haryanto, pendaratan di Madinah memunculkan biaya tambahan yang harus ditanggung penyeleggara. Mulai dari akomodasi, katering sampai transportasi. "Betul sekali (biaya membengkak), itu yang menjadi salah satu pertimbangan kami. Karena yang tadinya (tiba) di Jeddah langsung Makkah, ini mendarat di Madinah maka kita harus sewa hotel, kemudian konsumsi, dan transportasi dari Madinah ke Makkah," ucap Haryanto.

 BACA JUGA:

Namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait kapan jamaah haji kuota tambahan mendarat di Jeddah. "Saat ini lalu lintas kedatangan jemaah haji di Bandara Jeddah sangat padat, bukan hanya dari Indonesia, tapi juga negara-negara lain di seluruh dunia," tambah Haryanto.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement