Alasan lain, mendarat di Madinah memudahkan mobilitas jamaah juga menjadi mudah di Jeddah. Karena, saat mendarat, jamaah langsung bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sedangkan jika harus mendarat di Madinah, jamaah harus transit dan bermalam di sana baru keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan mengambil miqot di Bir Ali. Sehingga dari sisi waktu juga tidak efektif.
Sekretaris Daerah Kerja Ad Hoc Bandara, Suparno memastikan, hingga hari ketiga kedatangan jemaah haji kuota tambahan tidak ditemui kendala yang signifikan. Proses pemeriksaan dokumen keimigrasian juga berjalan mulus. "Alhamdulillah tidak ada hambatan berarti. Sejauh ini tidak ada hal-hal menonjol seperti paspor ketinggalan atau tertukar," kata Suparno di Bandara AMMA Madinah, Sabtu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)