Sebelumnya, pihak Linjam akan membuat berita acara atau laporan untuk disampaikan ke pimpinan daker.
"Prosedurnya kami menunggu sampai ada kloter dengan tempat menginap tidak terlalu jauh dari jamaah yang ketinggal tas. Setelah itu, akan kami sampaikan ke ketua kloter atau kasektor terdekat untuk pengambilan barang," tambah Maskat.
Cara ini juga dilakukan untuk koper kabin yang tertinggal di Bandara. Karena, koper kabin biasanya berangkat dan turun bersama penumpang, sehingga jika bisa yang mengangkut jamaah sudah berangkat ke Makkah akan dititipkan di bus selanjutnya dengan tujuan terdekat.
"Tapi jamaah yang tertinggal, akan kami titipkan di rombongan berikutnya, meski tempatnya berjauhan, agar jamaah bisa segera bergabung dengan kelompoknya," tandas Maskat.
Pendaratan jemaah haji di Jeddah memiliki dua jalur, yaitu fast track dan biasa. Jalur fast track tidak akan transit di plaza bandara karena mereka langsung bergerak menuju Makkah menggunakan bus. Sedangkan jalur biasa harus transit di plaza sebelum melanjutkan perjalanan. Potensi barang tertinggal terjadi di plaza karena jamaah biasanya melakukan aktivitas lain saat menunggu waktu masuk bus.
(Dani Jumadil Akhir)