Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan melalui googleform, sudah ada 4.907 jamaah yang menyatakan dirinya akan menjalankan tarwiyah. Namun, jumlah tersebut, dikatakan Arsad belum final karena pendataan masih berlangsung dan ditunggu sampai 7 Dzulhijjah.
"Kalau perkiraannya mungkin ada, tapi yang ikut masih dinamis. Bisa jadi, sebagian ingin ikut, tapi berpikir lagi tidak jadi atau ada orang yang belum memutuskan," terang Arsad.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Kasi Bimbad) PPIH Arab Saudi Daker Madinah Yendra Al Hamidy menjelaskan, tarwiyah secara fikihnya ada. Rasulullah juga pernah melaksanakan ibadah Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. "Tetapi karena jamaah yang luar biasa, (jumlah) lansia yang luar biasa, sebaiknya tidak memaksa menjalankan," ujar Yendra.
Diingatkan, Yendra, bahwa puncak ibadah haji di Arafah hingga Mina ini membutuhkan kesiapan energi, fisik, dan mental yang luar biasa. "Jamaah yang tarwiyah silakan. Intinya yang sunah silakan jalankan. Tapi jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan, karena besoknya akan wukuf di Arafah," tuturnya.
(Dani Jumadil Akhir)