Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambut Puncak Haji 2023, Wamenag Minta Jamaah Lansia Perbanyak Amalan Sunnah di Hotel

Maruf El Rumi , Jurnalis-Kamis, 22 Juni 2023 |14:45 WIB
Sambut Puncak Haji 2023, Wamenag Minta Jamaah Lansia Perbanyak Amalan Sunnah di Hotel
Jamaah Haji Lansia Diminta Perbanyak Amalan Sunnah di Hotel (Foto: MCH 2023)
A
A
A

JEDDAH - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi meminta jamaah haji memperbanyak amalan sunnah di hotel menjelang pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Menurut, Zainut ibadah haji tidak hanya persoalan syariah tapi juga membutuhkan kekuatan fisik kuat dan bugar.

Wamenag mengatakan, pelaksanaan haji tahun ini cukup menantang, baik dari sisi internal jamaah dan juga kondisi di Arab Saudi. Dari sisi internal, tingginya angka lansia yang mencapai 30% ditambah jamaah risiki tinggi (risti) dan berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian khusus dari petugas. Karena itu, Zainut menyarankan agar jamaah lansia bisa menjaga kondisinya.

Dimulai dari hal hal yang terlihat kecil tapi sangat penting, seperti banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Makan teratur, istirahat teratur dan juga hindari keluar hotel untuk lakukan hal hal yang tidak penting.

"Perbanyak dzikir, baca Alquran, sholawat dan amalan sunnah lainnya cukup dari hotel," kata Zainut di Jeddah, Rabu (21/6/2023).

Tujuannya, lanjut Zainut, agar jamaah bisa menyiapkan diri menghadapi puncak haji yaitu wukuf di Arafah. Karena wukuf merupakan ibadah haji paling utama. Ditambah setelah Arafah ada Muzdalifah dan Mina yang membutuhkan energi sangat besar. Sehingga para jamaah haji harus betul-betul bisa hemat tenaganya.

"Karena memang ibadah haji ini kan membutuhkan tidak hanya persyaratan syariah tapi juga kesehatan. Sebagian besar ibadah haji adalah ibadah ibadah yang membutuhkan fisik atau tenaga besar sekali," tambah Zainut.

Zainut mengatakan, bahwa tingginya jumlah lansia menjadi bagian dari program afirmasi dari Kementerian Agama untuk pelan-pelan mengurangi tingginya antrian jamaah lansia. Harapannya, jamaah lansia secara bertahap bisa dikurangi, bahkan pada titik tertentu tidak ada lagi, sehingga ke depan jemaah haji rata-rata usianya tidak lagi lansia.

Tantangan kedua adalah haji tahun ini kita ada pada musim yang ekstrem, di mana suhu udara di Makkah sangat tinggi. "Ini membuat jamaah terutama jemaah lansia mungkin perlu adaptasi terhadap iklim yang sangat ekstrem itu. Krena itu, dibutuhkan perhatian dari semuanya sehingga betul-betul bisa lebih meningkatkan kesehatannya," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement