MAKKAH - Pergerakan jamaah haji di Mina masih terus berlangsung. Jamaah dari 160 negara menuju titik yang sama untuk lempar jumrah aqabah di jamarat.
Kondisi itu membuat di Mina semakin padat dipenuhi lautan jamaah haji.
Apalagi sebagian besar jamaah haji mencoba mengejar waktu afdal melempar jumrah, yaitu waktu Dhuha. Jamaah dari negara Eropa, Afrika dan Asia Tengah juga bergerak bersama dengan tingkat fisik dan langkah jalan yang berbeda.
Kadaker Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Zaenal Muttaqin mengimbau agar jamaah haji tidak buru buru melakukan lempar jumrah sehingga tidak akan menimbulkan masalah karena bersamaan dengan negara lain.
"Banyak jamaah dari negara Eropa, Afrika, Asia Tengah yang berusaha melontar pagi sebagai waktu utamanya. Agar jamaah jangan sampai menimbulkan musibah dan waspada," kata Zaenal, Kamis (28/6/2023).
Zaenal memahami mungkin jamaah sudah menunggu sejak malam untuk jumrah aqabah karena mereka ingin segera tahalul setelah jumrah, sehingga mereka ingin segera lempar jumrah.
Karena itu, jamaah diminta agar hati-hati jangan pisah dari rombongan. Ketua rombongan jangan terpisah, tetap jaga rombongan pelan-pelan banyak bawa air mineral.
"Banyak minum air agar tidak mengalami dehidrasi," tambah Zaenal.
Setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah jamaah akan mabit di Mina secara bergelombang selama 1-2 jam atau sebagian malam. Di tempat itu, jamaah mempersiapkan melempar jumrah di Mina. Bagi yang nafar awal, mengambil batu 49 buah. Sementara nafar tsani 70 batu.
Jamaah akan melontar jumrah aqabah sebagai salah satu wajib haji pada 10 Dzulhijjah atau 28 Juni. Waktu lempar jumrah aqabah bagi jamaah Indonesia adalah setelah Zuhur. Meski yang afdol setelah matahari terbit.
Untuk keamanan dan kenyamanan jamaah Indonesia, diimbau agar melakukan lempar jumrah sesuai waktu yang disarankan Kementerian Agama melalui Amirul Hajj Kementerian Haji dan Umrah Saudi, kalau pagi padat, banyak jamaah yang berbadan besar, tidak disarankan bagi jamaah Asia Tenggara, termasuk Indonesia,
"Jamaah haji Indonesia tidak perlu memaksakan diri mencari waktu afdol lempar jumrah sekitar waktu dhuha atau pukul 08.00 WAS. Siang hari setelah Zuhur adalah waktu yang bagus untuk kebaikan jamaah Indonesia," tambah Kasi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Yendra Al Hamidy.
(Dani Jumadil Akhir)