Tahun ini pelaksanaan haji memiliki tantangan tersendiri terkait jumlah lansia dan jamaaah risiko tinggi yang berada di atas 70%, sehingga hampir di setiap kloter separuh dari jamaah memiliki risiko tinggi.
Termasuk juga jamaah haji yang mengalami dimensia. Kondisi tersebut memang mendapat penanganan dari petugas, tapi ada beberapa hal yang bisa berpengaruh pada mobilitas. Misal ketika berpindah naik turun kendaraan.
Atau saat pelaksanaan ibadah seperti lempar jumrah yang membutuhkan kemampuan fisik. Baik saat pulang atau berangkat. Dengan jarak maktab beragam juga menjadi salah satu tantangan untuk jamaah.
Ditanya soal kuota tambahan, Gus Men berharap tahun depan itu juga ada. Sebab, kuota tambahan juga akan memperpendek antrean haji.
(Dani Jumadil Akhir)