Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Muhammad Al Fatih yang Disebut Ketua MK sebagai Contoh Pemimpin Muda?

Maruf El Rumi , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2023 |18:19 WIB
Siapa Muhammad Al Fatih yang Disebut Ketua MK sebagai Contoh Pemimpin Muda?
Ilustrasi Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstatinopel.
A
A
A

Video Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman terkait pemimpin muda Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukkan Konstantinopel viral di media sosial X (Twitter), Jumat (13/10/2023). Entah ada hubungannya atau tidak, tepatnya Senin (16/10), MK mengabulkan permohonan uji materiil Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) soal batas usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres Cawapres).

Dalam video viral tersebut, Anwar menyinggung ditunjuknya Muhammad Al Fatih Nabi Muhammad SAW menjadi panglima perang saat mengisi kuliah umum di salah satu kampus di Semarang.

"Tadi sudah saya berikan contoh bagaimana Nabi Muhammad mengangkat seorang panglima perang Muhammad Al Fatih. Umurnya masih belasan tahun, tapi berani bisa mendobrak Konstantinopel yang sekarang menjadi Istanbul. Usianya berapa? 17 tahun," kata Anwar dalam video tersebut.

Pernyataan Anwar tersebut mengundang reaksi beragam. Paling keras adalah politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka. "Nabi Muhammad SAW meninggal pada 12 Rabiul Awal tahun 11 H atau Juni 632 M. Sedangkan masa kekaisaran Muhammad Al Fatih dimulai pada tahun 1444-1446 M dan 1451 - 1481 M," kata Rieke, dikutip dari akun Instagram @riekediahp, Senin (16/10/2023).

Sanggahan Rieke bukan tanpa dasar. Menurut caatan, kekaisaran Muhammad Al Fatih baru dimulai pada 1444-1446 M dan 1451-1481 M. Sedangkan Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun Gajah atau 570 H atau 571 M dan meninggal pada 12 Rabiul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M.

Kisah Muhammad Al Fatih

Mehmet II dikenal sebagai “Sang Penakluk”, sebagai Pemimpin yang ditakuti pada masanya. Dia memegang Kekaisaran Utsmani sejak berusia 12. Bahkan, usianya baru 21 tahun ketika pada 1453 menaklukkan Konstantinopel sekarang Istanbul, ibu kota Romawi Timur di bekas koloni Yunani Byzantium.

Mehmet adalah berkuasa pada 1444 – 1446 dan 1451 – 1481. Mehmed II mengukir berbagai capaian pada masa pemerintahannya. Dari sederet "prestasinya" adalah menaklukkan Konstantinopel pada 1453 sehingga dijuluki 'Sang Penakluk' (الفاتح, el-Fātiḥ).

Dikenal sebagai pahlawan di Turki maupun dunia Islam secara luas, Mehmen disebut memiliki kemampuan dalam bidang kemiliteran, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Dalam sejarah Islam, dia disandingkan dengan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi,Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz.

Penaklukkan Konstantinopel dimulai tahun 1453, saat pengepungan dilakukan dengan melibatkan 80.000 sampai 200.000 orang, 320 kapal dan kereta api artileri. Meski menggunakan kekuatan terbaik, bukan pekerjaan mudah untuk meruntuhkan tembok kota Konstantinopel.

Tapi, Konstantinopel akhirnya berhasil ditaklukan pihak Utsmani setelah 57 hari pengepungan.[9] Setelah penaklukan ini, Mehmed memindahkan ibu kota Utsmani dari Edirne ke Konstantinopel.

(Maruf El Rumi)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement