Menurut Abu, penguatan layanan tersebut diwujudkan melalui bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, edukasi zakat dan wakaf, serta pendampingan keagamaan yang mudah diakses selama Ramadan. Layanan ini diharapkan menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Fokus kedua adalah literasi keislaman yang mencerahkan melalui dakwah yang ramah, moderat, dan menyejukkan. Materi dakwah Ramadan diarahkan pada isu keluarga, ekonomi umat, dan kebangsaan, dengan penguatan konten digital agar pesan keagamaan tersampaikan secara relevan dan konstruktif.
“Kami ingin memastikan narasi keagamaan selama Ramadan menghadirkan ketenangan, optimisme, dan semangat kebersamaan. Dakwah harus edukatif, solutif, dan memperkuat harmoni sosial,” kata Abu.
Fokus ketiga, lanjut dia, adalah pemberdayaan sosial ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Program seperti Indonesia Berdaya Ramadan, TerasZAWA, Indonesia Berzakat, bazar Ramadan, serta dukungan UMKM masjid diarahkan untuk memperkuat filantropi produktif.
Abu menuturkan, sejumlah program unggulan telah dan akan digelar, mulai dari Tarhib Ramadan, Bersih-Bersih Masjid (BBM) serentak nasional, Indonesia Berdaya Ramadan, hingga Ekspedisi Masjid Indonesia dan Masjid Ramah Pemudik menjelang Idulfitri.