"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ungkapnya.
Kiai Cholil menekankan agar umat jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah, dan kembali menegaskan pentingnya ukhuwah tersebut sebagai jalan menuju kedekatan umat Islam kepada Allah SWT.
"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikih, masalah perbedaan pemikiran. Tidak perlu dibawa pada perpecahan, tetapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," sambungnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan pembelajaran itu seperti kajian tentang wihdatul mathali’ dan sa’atul mathali’, yakni bagaimana melihat bulan berdasarkan lokasi masing-masing.