"Ada yang menganggap seluruh dunia adalah satu kalender, satu mathla’, satu tempat terlihatnya bulan. Sehingga di satu negara yang melihat, bisa di sini juga sama-sama dianggap melihat dan memulai puasa," terangnya.
Kiai Cholil mempersilakan umat Islam untuk mempelajari hal itu sebagai bahan motivasi dan belajar ilmu. Namun, dia menegaskan pelajaran dan perbedaan yang ada jangan sampai dijadikan perpecahan.
"Tapi jadikan ikhtilaf ummati rahmat. Menjadi rahmat bagi kita untuk belajar lebih banyak," tegasnya.
(Rahman Asmardika)