JAKARTA – Doa tahiyat akhir atau tasyahud akhir adalah salah satu rukun shalat yang wajib dibaca pada rakaat terakhir sebelum duduk untuk mengucap salam. Tahiyat akhir mencakup tasyahud, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, doa setelah tasyahud, dan diakhiri dengan salam.
Menghafal dan memahami bacaan ini sangat penting agar shalat dikerjakan dengan baik dan sempurna.
التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله، السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا رسول الله.
At‑tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah, as‑salaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as‑salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah.
Artinya: “Segala kehormatan, kebahagiaan, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan bagimu, wahai Nabi, serta rahmat dan keberkahan Allah. Semoga keselamatan juga bagi kami dan bagi hamba‑hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.”
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibroohim, innaka ḥamiidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibroohim, innaka ḥamiidun majiid.
Artinya: “Ya Allah, semoga salawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Limpahkanlah pula berkah atas Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ جَهَنَّمَ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمُحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma inni a‘uudzu bika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin naari jahannam, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil Masiihid‑Dajjaal.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada‑Mu dari siksa kubur, dari siksa neraka Jahannam, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al‑Masih ad‑Dajjal.”
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
As‑salaamu ‘alaykum wa raḥmatullaah.
Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap atas kalian.”
Salam diucapkan dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri sebagai penutup rangkaian shalat yang telah dihiasi dzikir, syahadat, dan shalawat kepada Nabi.
Dengan membaca tahiyat akhir hingga salam secara lengkap, seorang muslim menjalankan shalat sesuai sunnah Rasulullah SAW, sekaligus menguatkan keyakinan dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
(Rahman Asmardika)