Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa yang Dilakukan Jemaah Haji Ketika Wukuf di Arafah?

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |07:05 WIB
Apa yang Dilakukan Jemaah Haji Ketika Wukuf di Arafah?
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji dan yang terpenting dalam rangkaian ibadah ini. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji itu sendiri.

Karena itulah jemaah haji harus memanfaatkan waktu wukuf di Arafah dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, doa, dan berusaha semaksimal mungkin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, setelah memasuki waktu wukuf pada tanggal 9 Zulhijah, jemaah dianjurkan mendengarkan khotbah Arafah yang disampaikan oleh imam atau pemimpin rombongan. Khotbah ini berisi nasihat, tuntunan ibadah, serta penguatan ruhani agar jemaah menjalani wukuf dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Setelah khotbah, jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak takdim, yaitu dikerjakan pada waktu Zuhur, masing-masing dua rakaat bagi yang dapat diqasar. Pelaksanaan salat dilakukan dengan satu azan dan dua iqamah. Ketentuan ini menjadi sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika berhaji.

Sesudah salat, waktu wukuf diisi dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bertalbiyah, beristigfar, berselawat, serta memperbanyak doa. Hari Arafah adalah hari yang sangat utama sehingga amal saleh pada hari itu sangat dicintai oleh Allah.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ fِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا يَا رَسُولُ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِع_ مَنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya).

Hari Arafah termasuk dalam sepuluh hari pertama Zulhijah yang memiliki keutamaan besar. Oleh sebab itu, doa-doa pada hari tersebut sangat dianjurkan.

 

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan doa pada hari Arafah:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.” (HR At-Tirmidzi).

Zikir tersebut sangat dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang selama wukuf, disertai doa-doa yang berisi permohonan ampun, keselamatan, keberkahan hidup, dan husnul khatimah.

Hari Arafah juga merupakan hari pembebasan dari neraka. Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang sedang wukuf kepada para malaikat. Hal ini menunjukkan besarnya kemuliaan hari tersebut.

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

Artinya: “Tidak ada satu hari pun yang Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: Apa yang mereka kehendaki?” (HR Muslim).

Karena itu, saat wukuf hendaknya dipenuhi dengan tobat yang sungguh-sungguh. Jemaah hendaknya menyesali dosa-dosa yang telah lalu, memperbanyak istigfar, dan memohon ampunan kepada Allah dengan hati yang khusyuk dan ikhlas.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement