Selain Satgas Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat dan Mina. Tim khusus ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jamaah.
Maria mengatakan, posko MCR ditempatkan di titik-titik krusial area Jamarat dan jalur perlintasan jamaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons kondisi darurat dengan cepat.
“MCR dibentuk khusus untuk kemudian menangani berbagai kondisi kedaruratan, antara lain misalnya seperti ada jamaah yang mungkin pingsan, tersesat, maupun mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” katanya.
Ia menambahkan, petugas juga disiagakan untuk membantu jamaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera selama fase Mina berlangsung.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jamaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan payung dan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Jangan biarkan jamaah rentan bergerak sendiri menuju Jamarat,” ujar Maria saat meminta perhatian lebih bagi jamaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jamaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai.
(Awaludin)