Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rahasia di Balik Haji 2026: Ribuan CCTV Mengawasi, Data Terintegrasi di Pusat Komando Operasi

Zen Teguh , Jurnalis-Rabu, 10 Juni 2026 |05:27 WIB
Rahasia di Balik Haji 2026: Ribuan CCTV Mengawasi, Data Terintegrasi di Pusat Komando Operasi
Petugas siap siaga di pusat kendali operasi penyelenggaraan haji di Markas Besar Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. (Foto: Okezone/Zen Teguh)
A
A
A

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan berakhirnya musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi setelah lebih dari 1,7 juta jemaah menyelesaikan semua proses rukun kelima Islam itu dengan aman dan lancar. Jemaah Indonesia yang telah mengakhiri ibadah juga secara bergelombang mulai kembali ke Tanah Air.

Bagi Pemerintah Saudi, kesuksesan penyelenggaraan haji tak lepas dari persiapan yang telah direncanakan dengan sangat matang dan dilakukan simultan oleh seluruh otoritas berwenang. Persiapan itu mencakup keamanan, logistik, kesehatan, transportasi, fasilitas jemaah, arus lalu-lintas dan lainnya.

Bukan perkara mudah mengelola penyelenggaraan ibadah wajib bagi umat Islam yang mampu ini. Haji adalah ritual agama terbesar di muka bumi yang dilakukan dalam satu waktu.

Tanpa mitigasi risiko memadai, kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Sejarah mencatat, sejumlah tragedi kelam pernah mewarnai penyelenggaraan haji. Belajar dari pengalaman tersebut, Pemerintah Saudi dari tahun ke tahun terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan.

Pusat Komando Operasi

Salah satunya tecermin dari pusat kendali penyelenggaraan haji di Markas Besar Pelayanan Publik Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Inilah salah satu jantung kesuksesan haji. Ruang kendali yang memadukan antara kesiap-siagaan petugas, data real time dan berbagai piranti teknologi menjadikan semua pergerakan jemaah terawasi 24 jam tanpa henti.

“Kami memonitor semua pergerakan jemaah termasuk situasi lalu-lintas di titik-titik penting. Dari data-data di dashboard, akan menjadi dasar membuat keputusan,” kata Direktur Keamanan Publik dan Ketua Komite Keamanan Haji untuk Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi Letnan Jenderal Mohammed bin Abdullah Al Bassami di Markas Besar Pelayanan Publik Kemendagri, Mina, Jumat (29/5/2025) silam.

Berbincang di hadapan jurnalis dari berbagai negara, Bassami menunjukkan bagaimana Pusat Komando Operasi Haji Mabes Pelayanan Publik bekerja. Okezone berkesempatan melihat langsung episentrum pengendalian penyelenggaraan haji ini.

Panel LED seuran layar bioskop menjadi pemandangan mencolok. Belum lagi monitor-monitor lain di sisi kanan-kiri, menjadikan seluruh dinding ibarat layar raksasa. Malam itu, panel utama menunjukkan situasi terkini Masjidil Haram.

Di depan layar, puluhan petugas bersiaga di meja masing-masing. Meja kerja itu juga dipenuhi beberapa komputer dengan layar melengkung menjadikan mereka seolah hampir mengelilingi petugas.

Sebagaimana di dinding, layar-layar komputer menunjukkan gambar-gambar dari berbagai titik mulai Arafah, Muzdalifah, Mina hingga Masjidil Haram. Pada layar elektronik itu tergambar detak kehidupan Makkah. Lalu-lalang orang, gedung-gedung, juga suasana lalu-lintas. Gambar ini terekam dari ribuan kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di seantero kota.

Sekilas, command center ini tidak berbeda dengan Pusat Layanan Terpadu 911 di Makkah, yang juga difungsikan untuk mengawasi serta mengatur penyelenggaraan haji. Di kantor pusat 911, petugas juga siaga bekerja 24 jam, siap melayani panggilan darurat dari warga maupun jamaah haji.

“Data di 911 maupun di sini terintegrasi. Kami bekerja secara terpadu dengan tujuan sama yakni untuk menyelenggarakan ibadah haji berjalan lancar dan aman,” tutur Brigjen Khalid, salah satu juru bicara Pusat Komando Pelayanan Publik Kemendagri.

Jumlah jemaah haji tahun ini menembus 1.707.301 orang, menurut Otoritas Saudi. Dari jumlah tersebut, 1.546.655 merupakan jemaah internasional yang datang dari berbagai negara termasuk Indonesia dan 160.646 lainnya warga negara dan penduduk yang sudah menetap di Arab Saudi.

Data Terintegrasi

Musim haji tahun ini berlangsung dengan tingkat koordinasi tinggi antara berbagai lembaga pemerintah yang terlibat dalam pelayanan dan pengamanan jemaah. Kesuksesan penyelenggaraan juga tak bisa dipisahkan dari penerapan teknologi digital, sistem kecerdasan buatan (AI), pengawasan keamanan terpadu, serta penggunaan Kartu Nusuk yang menjadi identitas resmi seluruh jemaah selama berada di Tanah Suci.

Selama musim haji berlangsung, Pemerintah Saudi mengerahkan puluhan ribu personel keamanan, tenaga kesehatan, petugas transportasi, serta relawan untuk memastikan kelancaran operasional di Makkah, Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Sistem transportasi massal seperti Kereta Al-Mashaaer dan Haramain High Speed Railway memainkan peran penting dalam mengangkut ratusan ribu jemaah antar lokasi ibadah dan kota-kota utama di Arab Saudi.

Dengan berakhirnya musim haji, Otoritas Saudi kini fokus fase pemulangan jemaah ke negara masing-masing. Penerbangan kepulangan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Muharam 1448 H.

(Zen Teguh)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement