Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Melatih Optimisme dan Husnuzan kepada Allah dalam Menghadapi Takdir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |09:08 WIB
Khutbah Jumat: Melatih Optimisme dan Husnuzan kepada Allah dalam Menghadapi Takdir
Ilustrasi.
A
A
A

Allah berfirman dalam Surah Yusuf ayat 87:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya: “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Al-Qur’an menyebut manusia sebagai makhluk yang lemah, tetapi pada saat yang sama melarang manusia berputus asa. Ini menunjukkan bahwa Islam memahami kelemahan manusia sekaligus memberikan jalan untuk menghadapinya.

Manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan keburukan. Allah berfirman dalam Surah asy-Syams:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Artinya: “Lalu Dia mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaannya.”

Karena memiliki kecenderungan tersebut, manusia perlu terus melatih dirinya. Termasuk melatih cara berpikir ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Jamaah Jumat,

Salah satu persoalan manusia adalah sering kali kita melihat suatu peristiwa hanya dari sudut pandang diri sendiri. Kita menilai sesuatu berdasarkan apa yang kita sukai dan apa yang kita inginkan. Padahal, apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita, dan apa yang tidak kita sukai belum tentu buruk bagi kita.

Allah berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini mengajarkan bahwa pengetahuan manusia terbatas. Kita hanya melihat apa yang ada di depan mata, sementara Allah mengetahui keseluruhan keadaan, termasuk apa yang akan terjadi setelahnya.

Karena itu, ketika menghadapi takdir yang tidak sesuai dengan keinginan, seorang Muslim perlu belajar melihat dengan apa yang dapat disebut sebagai kacamata hikmah. Kita berusaha mencari pelajaran, manfaat, dan kebaikan yang mungkin belum terlihat.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement