Peniti Tunda Penerbangan Jamaah Haji

Syukri Rahmatullah, Jurnalis
Kamis 06 Oktober 2011 23:00 WIB
Ilustrasi
Share :

JEDDAH - Burung yang membuat kedatangan pesawat kloter 3 Balikpapan tertunda 9 jam sudah seringkali terjadi, tapi pernahkah Anda mendengar sebuah benda kecil seperti peniti bisa membuat penerbangan tertunda?
 
Ya, ternyata benda kecil dan ringan tersebut bisa membuat penerbangan jamaah haji tertunda penerbangannya. Bahkan, penundaan bisa mencapai empat jam lebih.
 
Tak hanya peniti, benda-benda kecil lainnya seperti gunting kuku, silet, obeng, gunting, cutter, golok, dan parang juga termasuk barang yang bisa menunda penerbangan. Karena, jika benda-benda tersebut terdapat pada jamaah haji maka dipastikan mereka tidak akan bisa naik pesawat. Karena benda-benda tersebut merupakan benda terlarang untuk dibawa di pesawat.
 
Benda-benda bahan gas dan bahan peledak sepeti gas, senjata api, bensin serta benda berbahan magnit juga termasuk.
 
Ada juga benda-benda yang bisa menghambat saat pemeriksaan. Meskipun diperbolehkan dibawa, tetapi benda ini dapat membuat x-ray terus berbunyi dan yang membawanya tidak diperbolehkan lewat. Benda-benda tersebut seperti gelang, cincin, kalung, giwang, bros, gesper, jam tangan, peniti, gunting kuku, alat cukur.
 
General Manager Garuda Indonesia untuk Arab Saudi dan Midlle East, Fikdanel Thaufik, mengungkapkan di bandara Arab Saudi, sekuriti yang memeriksa tidak mau tahu. Setiap jamaah yang melewati metal detector dan menimbulkan bunyi maka tidak diperbolehkan masuk. Begitu seterusnya, sampai metal detektor tidak berbunyi lagi, maka boleh masuk.
 
Karenanya, dia mengimbau kepada jamaah untuk tidak membawa barang yang dilarang. Sekalipun diperbolehkan membawa barang-barang metal seperti gelang, gunting kuku, dan peniti, sebaiknya dimasukkan ke dalam koper yang masuk bagasi ataupun tas yang ditenteng. “Jangan dibawa atau menempel di badan,” katanya kepada wartawan di Jeddah, Kamis (6/10/2011).
 
Untuk imbauan ini, Garuda Indonesia berencana memasang pamflet, selebaran, dan backdrop yang akan ditempatkan di pemondokan jamaah. “Agar jamaah sudah mengantisipasi sejak dini sebelum kepulangan,” ujarnya.
 
Selain itu, Garuda juga akan memeriksa jamaah Indonesia sebelum kepulangan dengan body charger di Plasa, tempat tunggu jamaah setibanya di bandara untuk pulang.
 
Hal ini diharapkan bisa meminimalisir keterlambatan penerbangan jamaah haji. “Bayangkan saja setiap orang jika menjalani pemeriksaan hingga 10-20 menit, dikalikan 200-400 jamaah perkloter, berapa jam keterlambatan yang akan terjadi,” jelasnya.
 
Mengenai barang bawaan, Garuda mengeluarkan ketentuan setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa barang bawaaan sebanyak 32 kilogram atau satu koli dan juga satu tas tentengan. “Di luar itu harus masuk kargo dan membayar setiap kilonya kepada perusahaan kargo,” ungkapnya.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya