Masjid Peninggalangan Pedagang Gujarat di Sudut Pecinan

Nugroho Setyabudi, Jurnalis
Rabu 25 Juli 2012 12:13 WIB
Aktivitas di Masjid Raya Pekojan (Foto: Okezone/Nugroho Setyabudi)
Share :

SEMARANG - Di salah satu sudut pecinan di Kota Semarang, Jawa Tengah, terdapat sebuah masjid tua berusia lebih dari 250 tahun. Masjid Jami Pekojan didirikan oleh orang Gujarat saat mereka berlabuh di Sungai Berok untuk menjual dagangan di Semarang.

Begitu banyaknya pedagang Gujarat yang datang, mereka kemudian membentuk komunitas yang disebut Koja atau penduduk setempat. Koja sendiri kemudian berubah menjadi Pekojan atau pemukiman para pedagang dari Gujarat.

Masjid Jami Pekojan kokoh berdiri dengan empat pilar di bagian tengah. Masing-masing pilar mewakili Iman, Islam, Ihsan, dan Ikhlas, pedoman bagi orang yang beriman.

”Masjid ini dibangun oleh para pedagang Gujarat zaman dulu. Selain dipergunakan untuk tempat ibadah, mereka juga menggunakannya untuk beristirahat,” jelas Ketua Masjid Jami Pekojan, Ali Baharun kepada Okezone.

Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf pemberian saudagar India, Khalifah Natar Sab, itu pada awalnya hanya sebuah musala kecil. Luas tanah keseluruhan 3.515 meter persegi. Sebagian tanah tersebut juga digunakan untuk pemakaman warga Semarang.

“Dari mushola kemudian dipugar oleh panitya utama masjid, yaitu para habib seperti Azhari, Nur, Ali, Yakub, dan Habib Ahmad, kira-kira pada tahun 1305 Hijriah,” sebut Ali.

Di dekat Masjid Jami Pekojan terdapat sebuah makam yang kerap diziarahi warga. “Di sini ada makam seorang pendakwah perempuan, yakni Syarifah Fatimah. Dia yang wafat pada 1290 Hijriah. Beliau juga memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit, sehingga banyak orang yang datang kepadanya. Sayang Beliau mati muda,” ujar Ali.

Keunikan lain adalah adanya pohon langka yang dinamakan bidara. “Sepertinya ini pohon satu-satunya. Pohon ini sudah pernah coba diperbanyak dengan cara disemai, tapi selalu saja mati. Bentuknya persis apel cuma dalam ukuran yang lebih kecil, hanya sebesar ujung jempol kaki, dengan rasa asam dan manis,” jelasnya.

Buah bidara juga mujarab menyembuhkan penyakit perut. Kegunaan daunnya adalah untuk melemaskan mayat yang kaku serta menghilangkan bau tak sedap pada mayat,” tukas Ali.

Masjid Jami Pekojan ini juga dikenal dengan bubur Indianya. Setiap hari selama Ramadan, dua pengurus masjid selalu membuat bubur khas Gujarat untuk disantap bersama ratusan jamaah saat berbuka puasa.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya