Nah, dua masalah ini yang cukup sering menjadi masalah di tanah suci. Alhasil, jamaah haji diharapkan sebelum terbang ke tanah suci, sudah mendapatkan tembok terkuat untuk melawan virus penyebab masalah tersebut. Tapi, pertanyaan muncul, "Apakah benar-benar ampuh vaksin yang telah disuntikkan itu membentengi tubuh?"
Menjawab pertanyaan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD menuturkan bahwa prinsipnya adalah setiap jamaah memang akan diberikan kedua vaksin tersebut.
Tapi, masing-masing kekebalan tubuh berbeda. "Saya bisa bilang di sini, untuk vaksin meningitis, angka keberhasilannya cukup tinggi," paparnya pada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (20/7/2018).
Dr Ari melanjutkan, tapi untuk influenza, ada kemungkinan jamaah tetap saja flu. Ini bisa terjadi karena benteng tubuh jamaah tidak terlindungi dari virus flu lain yang tidak "dicover" vaksin influenza.
Penyebab jamaah tetap bisa terserang flu (demam batuk pilek) biasanya karena alergi atau tertular jamaah lain yang juga sedang pilek. "Intinya, untuk vaksin influenza, dia tidak bisa menahan masuknya virus flu yang tidak terlindungi dari vaksin influenza," sambung dr Ari.
(Renny Sundayani)