SATU persatu kloter rombongan haji asal Indonesia mulai berangkat ke Tanah Suci. Kekhawatiran terkait adaptasi cuaca di Makkah yang berbeda dengan di Indonesia jadi salah satu hak yang menyita perhatian calon jamaah haji.
Namun, sebaiknya calon jamaah haji tidak perlu khawatir lagi, sebab pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyiapkan perbekalan kesehatan dan obat-obatan untuk jamaah haji Indonesia. Tidak hanya tahun ini saja, karena ternyata perbekalan kesehatan dan obat-obatan semacam ini telah dilakukan tiap tahun, sehingga tidak ada lagi alasan calon jamaah dan keluarga khawatir dengan kesehatan jamaah haji selama beribadah di Tanah Suci.

Paket terdiri dari 2 lembar masker kain, 1 kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, 1 botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 sachet oralit, 1 tube balsem, 5 lembar plester, 4 lembar tisu basah untuk mandi, dan 1 kantong paket untuk membungkus perlengkapan tadi. Semua barang-barang ini diberikan kepada jamaah haji di masing-masing embarkasi.
Pada musim haji tahun ini Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 70 ton obat-obatan untuk jamaah. Adapun pembagiannya sekira 20% untuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dan 80% untuk KKHI Makkah termasuk Armina.
Obat di Makkah ini sewaktu-waktu dapat dikirim ke Madinah bila diperlukan. Sementara itu, obat-obatan yang tersedia di depo farmasi KKHI terdiri dari 22 kelas terapi, di antaranya adalah obat-obatan untuk anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, anti virus, anti jamur, anti parkinson, obat pengencer darah, dan lain sebagainya.