Pasca Pembebasan kota Mekkah (Fathu Mekkah) Nabi Muhammad SAW menggunakan Kiswah Ka’bah yang berasal dari negeri Yaman. Hal ini tampaknya berlanjut hingga masa kekhalifahan Abu Bakar RA.
Di zaman Umar bin Khattab RA dan Utsman bin Affan RA, Kiswah diproduksi dari negeri Qibty Mesir, tepatnya Provinsi Fayyum, yang terkenal dengan khat-nya. Di masa tersebut, penggantian kain Kiswah Ka’bah terjadi pada bulan Ramadhan.
Pada masa Bani Umayyah, Kiswah Ka’bah diganti dua kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Asyura dan akhir Ramadhan. Ternyata, warna Kiswah Ka’bah, tidak selalu berwarna hitam. Pada zaman Fatimiyin, Kiswah Ka’bah pernah berwarna putih.
Pada zaman Bani Abbasiyayah, Kiswah Ka’bah diganti tiga kali dalam setahun, warnanya merah dan putih. Kemudian di zaman al-Ma’mun, pengganti Kiswah Ka’bah tiga kali dalam setahun yakni; di Hari Tarwiyah menggunakan Kiswah berwarna merah, pada awal bulan Rajab diganti dengan Kiswah Mesir, dan saat Idul Fitri menggunakan Kiswah berwarna putih.
Penggantian warna penutup Ka’bah ini berlanjut di zaman Muhammad Subuktain dengan Kiswah berwarna kuning, zaman An-Nasir Lidinillah al-Abbasy Kiswah berwarna hijau. Setelah itu Kiswah Ka’bah kembali ke warna Hitam hingga saat ini.