Memberi makan bagi orang lain merupakan perbuatan baik yang patut dijalankan terus-menerus alias dipelihara. Demikian juga dengan memberi makan bagi orang miskin dan yang membutuhkan atau mereka yang kelaparan.
Demikian juga bila kita memberi makan orang yang berpuasa. Ada pahala tersendiri yang bisa kita dapatkan tanpa harus mengurangi pahal orang yang berpuasa.
BACA JUGA : 5 Artis Nyaleg Diprediksi Melenggang Manja ke Senayan, Tetap Bergaya ala Selebriti Gak Ya?
Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﻓَﻄَّﺮَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِﻩِ ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﺮِ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢِ ﺷَﻴْﺌًﺎ
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga .”
Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﻓَﻄَّﺮَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﺜْﻞُ ﺃَﺟْﺮِﻩِ ﻏَﻴْﺮَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﺮِ ﺍﻟﺼَّﺎﺋِﻢِ ﺷَﻴْﺌًﺎ
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga .”
Dalam hal ini tidak selalu memberikan makanan dengan porsi dalam jumlah yang besar.
Ketika kita tidak berbuka di rumah, seperti berbuka di masjid, atau di tempat orang lain, dan kita diberi hidangan berbuka oleh saudara muslim yang lain, maka kita dianjurkan mendoakan mereka. Sebagai wujud rasa terima kasih kita kepadanya.
Doa yang bisa dibaca ketika mendapatkan makanan/takjil untuk berbuka puasa adalah:
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي
Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqaa-nii
“Ya Allah, berilah makanan orang yang memberi aku makan dan berilah minuman orang yang memberi aku minum.“
BACA JUGA : Ketika Wisatawan Larut dalam Suasana Ziarah Kubro di Palembang
Atau doa:
اللَّهُمَّ بَارِك لَهُم فِيمَا رَزَقْـــتَهُم وَاغْفِرْ لَهُم وَارحَمْهُم
Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum
“Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka dan berikanlah rahmat kepada mereka.”
(Martin Bagya Kertiyasa)