5 Fadilah Salawat Ibrahimiyah yang Tiap Hari Kita Baca dalam Salat

Gurais Alhaddad, Jurnalis
Kamis 02 Mei 2019 11:32 WIB
Share :

ADA banyak bacaan dalam salat, salah satunya salawat Ibrahimiyah. Salawat ini pula yang sering kita dengar dari Ustadz Dhanu, dai kondang yang sering tampil di acara Shiraman Qolbu dan Rahasia Batin di MNC TV. Dia terkenal dapat menyembuhkan beragam jenis penyakit atas izin Allah SWT.

Dalam menyembuhkan Ustadz Dhanu selalu memulai doa dengan Salawat Ibrahimiyah dan ditutup dengan bacaan kun fayakun, banyak orang mempertanyakan apa Fadilah (keutamaan) Salawat Ibrahimiyah dan bacaan kun fayakun yang sering dibaca Ustadz Dhanu itu.

Salawat memang banyak macamnya, di antaranya salawat Ibrahimiyah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Dalam sebuah kesempatan Okezone telah mewawancarai Ustadz Muhsin di kediamannya di Jalan Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk mengungkap fadilah salawat ibrahimiyah dan bacaan Kun Fayakun?

“Salawat ibrahimiah, kenapa salawat penting, karena salawat ibrahimiyah satu satunya salawat yang dibaca selesai tahiyat akhir dalam salat, banyak ulama dulu bilang bahwa salawat adalah media penyembuhan penyakit dan menenangkan jiwa,” ujar Ustadz Muhsin.

1. Menyembuhkan Penyakit

Setiap kesembuhan penyakit hanya datang dari Allah SWT, maka dekatkanlah diri kepada Allah dengan cara mengikuti ajaran Rasulullah salah satunya bersalawat.

Surat Al An’am (ayat: 17), “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

2. Lebih Diutamakan di hari kiamat

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni :

“Sesungguhnya lebih utama bagiku manusia besok pada hari kiamat, adalah mereka yang lebih banyak membaca Salawat kepadaku.“ (HR. Turmudzi dari Ibn’ Mas’ud Ra)

Baca Juga : Hukum Menikahi Janda dalam Islam, Benarkah Datangkan Banyak Rezeki?

3. Mendapatkan Syafaat oleh Nabi SAW di hari Kiamat

Imam Ahmad As-Shawi menyebutkan sebuah hadits riwayat Imam Bukhari di mana Rasulullah bersabda:

من قال هذه الصلاة شهدت له يوم القيامة بالشهادة وشفعت له

Artinya: “Barangsiapa yang membaca shalawat ini(ibrahimiyah) maka aku bersaksi baginya di hari kiamat dengan kesaksian dan aku memberi syafaat baginya.”

4. Diangkat Baginya Sepuluh Derajat dan Dihapus Darinya Sepuluh Keburukan

Abas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW :

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali da dihapus darinya sepuluh kesalahAn, diangkat baginya sepuluh derajat.“ (HR. An-Nasa’I no. 1296)

5. Keinginan akan cepat dikabulkan oleh Allah SWT

Hal ini sesuai dengan riwayat dari sayidina Ali, Rasulullah SAW bersabda: “tidak ada doa yang tidak dikabulkan kecuali ada penghalang di antaranya dan Allah, sehingga dibacakan salawat atas Nabi SAW, maka jika sudah dibacakan salawat atasnya terbukalah penghalang itu dan doanya dikabulkan (oleh Allah), dan jika tidak dibacakan salawat atasnya, maka doa itu tidak dikabulkan. (HR. al-Hasan bin Arofah).

Sementara kalimat Kun Fayakun yang dibaca Ustadz Dhanu dalam berbagai kesempatan ialah kalimat yang menunjukkan kedahsyatan kehendak Allah SWT. “Itu adalah ucapan Allah jika dia ingin sesuatu terjadi dia cukup mengatakan Kun (Jadilah) langsung jadi,” ucap Ustadz Muhsin.

“Innama Amruhu Idza Arada Syaian An Yaqula Lahu Kun Fayakun,” (QS Yasin.82) mempunyai arti: Sesungguhnya keadaannya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah, Maka jadilah ia.

Pada ayat ini Allah menerangkan betapa mudah baginya menciptakan sesuatu. Apabila Ia menghendaki untuk menciptakan sesuatu makhluk, cukuplah Allah berfirman:

“Jadilah”, maka dengan serta merta terwujudlah makhluk itu. Allah tidak akan pernah merasa susah untuk melakukan apapun, termasuk mengabulkan semua do’a yang kalian panjatkan.

Makna kun fayakun sendiri adalah sebagai ungkapan bahwa Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu tanpa lelah, tanpa kesulitan, dan tanpa ada siapapun yang dapat menghalanginya. Dengan kata lain, bagi Allah sangat mudah untuk menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki, sesuatu tersebut dengan cepat akan terjadi, tanpa ada penundaan sedikitpun dari waktu yang Ia kehendakinya.

Bukti Kun fayakun sendiri sudah dirasakan oleh Maryam ibunda Nabi Isa alaihi salam. Pada saat itu, dirinya belum pernah disentuh oleh lelaki manapun, namun karena kehendak Allah, dirinya mengandung dan melahirkan nabi Isa AS.

"Maryam berkata: "Ta Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: Jadilah, lalu jadilah dia". (QS Ali Imran ayat 47).

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya