Di Italia dan Yunani, daun selasih dimasak. Di Eropa, daun selasih digunakan juga sebagai penyedap masakan agar menghasilkan makanan dengan citarasa yang lezat. Adapun bubuk selasih kering ditambahkan ke sup, salad, dan lainnya.
Selain disebut dengan selasih atau basih, ternyata orang Irak dan Syam menyebut tumbuhan yang satu ini dengan hadaq. Penduduk di sana percaya tumbuhan ini berasal dari India. Secara ilmiah, selash ini termasuk dalam tumbuhan herbal aromatik dari jenis Lamiaceae yang ditanam untuk tanaman hias.
Masyarakat Irak dan Syam biasa memanfaatkan hadaq untuk penyedap makanan dan dicampurkan ke dalam sup, sosis, dan salad. Minyaknya yang berwarna keemasan biasa dipergunakan untuk campuran minyak wangi.
Di samping itu, beberapa sumber juga menjelaskan kalau selasih ini dipercaya mampu mengatasi masalah tidur atau insomnia. Ini karena selasih dianggap mampu menenangkan dan meringankan sakit kepala. Selasih juga dianggap baik untuk mengatasi pilek dan masuk angin.
Di momen Ramadan seperti ini, konsumsi selasih bisa dalam bentuk minuman segar. Selasih bisa dicampurkan dalam es timun suri atau sirup manis favorit Anda. Rasanya yang khas ternyata memberi manfaat baik untuk kesehatan. So, jangan lupa minum selasih saat berbuka puasa nanti, ya.
(Helmi Ade Saputra)