SITI Khadijah merupakan salah seorang sosok penting dalam hidup Nabi Muhammad dan peradaban Islam secara luas. Kematiannya menjadi sejarah menyedihkan, tidak hanya untuk Rasulullah, tapi keluarga, sahabat, dan umat Islam.
Bagaimana tidak, Siti Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah, orang pertama yang beriman pada Allah SWT dan kenabian suaminya. Khadijah juga diketahui sangat berjasa dalam dakwah Nabi SAW dan penyebaran agama Islam. Berita meninggalnya beliau menjadi kabar duka yang menyedihkan.
Dalam Kitab Al-Busyro, Ulama besar Arab Saudi Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Miliki Al-Hasani (1946-2004) menceritakan detik-detik wafatnya istri tercinta Rasululullah SAW. Sayidatuna Khadijah RA wafat pada hari ke-11 Ramadan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Beliau sempat berkata pada Rasululllah: “Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.” Lalu, Rasulullah menjawab : "Jauh dari itu, ya, Khadijah. Engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya,” jawab Rasulullah.
Kemudian Khadijah memanggil Fathimah Azzahra dan berbisik: “Fathimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.”
Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.”
Tak lama setelah itu Khadijah pun menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan suami tercinta. Rasulullah mendekap erat istri tercintanya itu dengan perasaan sedih yang teramat sangat. Air mata pun mentes dari mata Rasulullah dan beberapa orang yang ada di sana, di dekat Khadijah.