Meski Berat Buruh Angkut Pasir Tetap Puasa, Satu Keranjang Dibayar Rp1.000

Solopos.com, Jurnalis
Rabu 22 Mei 2019 15:24 WIB
Puasa Buruh Angkut Pasir
Share :

Untuk mengangkut pasir sebanyak itu, mereka mulai bekerja sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Menurutnya, pekerjaan ini memang berat dan melelahkan. Namun mereka mengaku tidak punya pilihan lain untuk bertahan hidup. Penghasilan suami mereka yang kebanyakan adalah buruh tani dan buruh bangunan tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pekerjaan ini sudah mereka geluti sejak kecil. 

Untuk satu keranjang pasir yang diangkut, mereka mendapatkan upah Rp1.000 dari pengepul pasir. “Upahnya Rp1.000 per keranjang. Biasanya kami menghitung sendiri berapa keranjang pasir yang kami angkut untuk memperhitungkan upah kami,” kata Partini.

“Meskipun berat, kami tetap berpuasa. Soalnya kalau kami libur kerja, kami mau dapat uang dari mana?” ucap Prapti.

Lalu apakah dengan beban berat dan sengatan cuaca panas siang hari tidak membuat mereka merasakan haus yang menyengat? “Sebenarnya haus juga sih, tetapi mau bagaimana lagi, masa mecah puasanya. Kami juga sudah biasa begini,” imbuh dia.

Agar pekerjaan tetap dijalankan dan puasa tetap bisa ditunaikan, para penambang ini hanya mengurangi intensitas pengangkutan. “Memang kalau puasa begini kami kurangi menjadi 40-45 kali angkut supaya tidak terlalu lelah,” imbuh ibu tiga anak ini.

Partini dan Prapti hanya berharap dengan menjalani pekerjaan berat sambil tetap berpuasa bisa semakin mendatangkan berkah bagi hidup mereka.

Sementara itu, pengepul pasir di lokasi itu, Marni, 45, mengatakan tidak pernah memaksa para buruh angkut pasir tersebut bekerja pada Bulan Puasa. “Kami hanya menerima. Kalau mereka kerja ya monggo, tidak juga enggak apa-apa, namanya juga sedang puasa. Tapi mereka biasanya merasa mampu,” kata dia.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya