Kepergian Ustadz Arifin Ilham memang memberikan pukulan tersendiri bagi pihak keluarga. Ustadz kondang ini harus menghadap Allah SWT pada saat bulan Ramadan.
Sebagaimana diketahui, Ustadz Arifin Ilham mengembuskan napas terakhirnya pada usia 49 tahun. Ia menghadap sang pencipta setelah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening.
Sejak Januari 2019, upaya pengobatan sudah dilakukan oleh pihak keluarga. Mereka membawa Ustadz Arifin menuju Penang, Malaysia untuk mendapatkan perawatan yang lebih insentif.
Namun, pada 21 Mei 2019 kondisi Ustadz Arifin mendadak kritis hingga harus berpulang keesokan harinya. Tentunya perjalanan Ustadz Arifin hingga dikenal oleh banyak masyarakat tidaklah mudah.
Lahir di Banjarmasin 8 Juni 1969, Ustadz Arifin adalah satu-satunya anak laki-laki dari lima bersaudara. Ia terlahir dalam keluarga yang cukup terkenal di Banjarmasin.
Ayah Ustadz Arifin Ilham merupakan keturunan dari ketujuh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang merupakan seorang ulama besar di Kalimantan.
Sejak masih dalam kandungan, Ustadz Arifin telah memiliki keunika tersendiri. Merangkum dari berbagai sumber, sang ibu, Nurhayati mengaku bahwa sang anak sudah aktif sejak di dalam kandungan.
Ustadz Arifin Ilham lahir dengan panjang 50cm dan berat 4,3 kilogram. Berat ini tentunya berbeda jauh dengan bobot bayi normal yang umumnya sekira 3 kilogram.
Keunikan lainnya, bayi Ustadz Arifin Ilham telah memiliki gigi sejak ia dilahirkan. Gigi tersebut terletak pada bagian rahang atasnya. Hal inilah yang memberikan keistimewaan khusus dari sosok Ustadz Arifin.
Saat ini Ustadz Arifin Ilham memiliki sebuah Majelis Taklim bernama Az-Zikra yang ia dirikan pada 2000 silam. Ia meninggalkan tiga orang istri dan delapan orang anak. Recananya, Jenazah akan dibawa kembali ke Indonesia dari Penang, Malaysia dan dimakamkan di Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Bogor.
(Helmi Ade Saputra)