Dalam kitabnya, Syekh Muhammad Nawawi Al Bantani menjelaskan, orang yang membayar zakat fitrah wajib memenuhi dua syarat, yakni Islam dan menjumpai waktu wajib mengeluarkannya. “Orang Islam wajib mengeluarkan zakat. Apalagi jika menjumpai waktu wajibnya zakat, yakni akhir Ramadan dan awal Syawal.”
Sementara orang meninggal sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadan dan bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari, meski jaraknya sebentar tidak perlu membayar zakat. “Tidak dikeluarkan zakat dari orang yang mati sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadan dan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari.”
Janin yang belum lahir sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadan tidak perlu dizakati. Sebab, dia tidak menemui salah satu dari dua waktu wajibnya mengeluarkan zakat fitrah. Apalagi bagi janin yang masih dalam kandungan dan dipastikan tidak lahir di akhir Ramadan, maka orang tuanya tidak perlu membayarkan zakat fitrah.
“Tidak wajib mengeluarkan zakat atas bayi yang rahu apakah lahir sebelum terbenamnya matahari di hari akhir Ramadan atau setelahnya. Dan diambil dari perkataan mushannif bahwa jika sebagian janin keluar sebelumnya terbenam matahari, sedangkan bagian yang lain keluar setelahnya. Maka tidak wajib mengeluarkan zakat. Sebab, bayi tersebut masih disebut janin selama belum sempurna terpisahnya dari kandungan,” demikian penjelasan dari Syekh Sulaiman Al Bujairami dalam kitab Hasyiyah Al Bujairami ala Al Khatib.
Kesimpulannya, janin dalam kandungan yang belum lahir saat akhir Ramadan tidak perlu membayar zakat fitrah.
(Muhammad Saifullah )