Indahnya Al Ahsa, Situs Arkeologi di Arab Saudi

Intan Afika, Jurnalis
Jum'at 21 Juni 2019 15:25 WIB
Budaya Al Ahsa yang indah (Foto: Arab News)
Share :

Negara Islam Arab Saudi semakin gencar mempromosikan pariwisatanya sejak Pangeran Muhammed  Bin Salman berkuasa. Mereka semakin agresif mengembangkan wisatanya demi meningkatkan jumlah wisatawan.

Al Ahsa salah satu andalan wisata mereka. Al Ahsa merupakan sebuah oasis yang kaya dengan tanah hijau dan sumber mata air. Di wilayah ini, banyak ditemukan peradaban kuno yang berumur sekitar 6.000 SM.

(Foto: Arab News)

Dikutip dari Arab News pada Jumat (21/06/2019), nama Al Ahsa diambil dari sifat tanahnya yang dalam bahasa Arab merupakan kata jamak dari Al Hisa, artinya mengacu pada pasir yang terakumulasi dengan dasar yang kuat di bawahnya.

Tempat ini berisi situs arkeologi dan sejarah paling terkemuka di Arab Saudi. Selain itu, Al Ahsa juga telah mencapai tiga penghargaan dari Arab dan dunia internasional dalam empat tahun terakhir.

Pada 2015, Al Ahsa menjadi kota pertama yang menjadi bagian Jaringan Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang kerajinan tangan dan seni rakyat.

Jaringan ini mengajak 180 kota dari 72 negara untuk menampilkan kreativitas serta industri budaya mereka di pusat rencana pembangunan pada tingkat lokal. Selain itu juga bertujuan untuk bekerjasama secara aktif di tingkat Internasional.

Prestasi kedua, Al Ahsa dipilih jadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2018 dan menjadi situs kelima di Saudi. Selain itu, Al Ahsa juga terpilih menjadi ibu kota pariwisata Arab 2019 oleh Dewan Menteri Arab sebagai tempat pariwisata

Prestasi ini tidak mungkin diraih tanpa dukungan Pemerintah Saudi dan upaya warga Al Ahsa yang terus berupaya mempertahankan budaya mereka.

Al-Ahsa juga menjadi tempat oasis terbesar di dunia yang sudah ditinggali oleh manusia sejak zaman Neolitik hingga saat ini.

Oasis Al Ahsa, Kerajaan Al Hazm, situs arkeologi Jawatha serta Masjid Jawatha sudah ada sejak abad ke-9.

Di tempat ini, kita bisa melihat makam peradaban kuno dan pemandangan pantai yang indah. Selain itu, terdapat lebih dari 30 mata air alami yang mengairi oasis Al Ahsa. Bangunan di tempat wisata ini juga memiliki gaya unik yang jarang kita temui di tempat lain.

Berbicara mengenai peresmian konferensi tahunan ke-13 UCCN pada 2 Juni, Walikota Al Ahsa, Adel bin Mohammed Al Mulhem mengatakan, kota itu telah berupaya mempertahankan kreativitas seni dan kerajinan rakyatnya di berbagai program. Ia juga menekankan pentingnya budaya dalam membangun kota untuk masa depan. Provinsi Al Ahsa dianggap sebagai tanah paling hijau dan paling subur di Kerajaan wilayah timur.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya