Barbarossa Si Penguasa Lautan, Penjaga Kekaisaran Ottoman Turki

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis
Senin 01 Juli 2019 12:37 WIB
Salah satu pertempuran Barbarossa di lautan (Foto: ThoughtCo)
Share :

Aruj mengambil alih kekuasaan sebagai Sultan Aljazair dan menerima tawaran dari Sultan Ottoman Selim I untuk menjadikan Aljazair sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman. Namun, Spanyol membunuh Aruj pada 1518 pada saat penangkapan Tlemcen. Barbarossa pun mengambil alih status Aljazair.

Pada 1520, Sultan Selim I meninggal dan Sultan Sulaiman mengambil alih kekuasaan Ottoman. Dia dikenal dengan sebutan Sultan Sulaiman 'The Magnificent' oleh orang Eropa. Pada kesempatan itu, Barbarossa menawari Sultan Sulaiman untuk menggunakan armada bajak lautnya melindungi Kekaisaran Ottoman Turki di wilayah laut.

Pada tahun 1522, kapal-kapal Barbarossa membantu penaklukan Ottoman Turki di Pulau Rhodes. Pada musim gugur 1529, Barbarossa membantu 70.000 orang Muslim Moor melarikan diri dari Andalusia, Spanyol Selatan, yang berada dalam cengkeraman Spanyol.

Sepanjang tahun 1530-an, Barbarossa terus membantu Kekaisaran Ottoman Turki melakukan berbagai perluasan kekuasaan. Barbarossa meninggal pada 1546. Dia dimakamkan di sisi Eropa Selat Bosporus.

Barbarossa meninggalkan angkatan laut Kekaisaran Ottoman yang besar. Bahkan angkatan laut yang ditinggalkannya terus mendukung kekuatan besar kekaisaran Muslim Ottoman selama berabad-abad selanjutnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya