Khairuddin Barbarossa merupakan bajak laut bagi musuh-musuh Kekaisaran Ottoman Turki. Namun sesungguhnya ia adalah mujahid bagi dunia Muslim.
Bagi kalian yang pernah menonton film Pirates of Carribean, pasti kalian pernah mendengar tokoh bajak laut terbesar yang paling ditakuti orang Eropa pada abad pertengahan. Ia adalah Barbarossa si Janggut Merah, penjaga lautan Kekaisaran Ottoman Turki.
(Foto: Turizm Harbeleri)
Ia sejatinya seorang Muslim dan mujahid Islam. Ia bukanlah tokoh fiktif belaka. Dia adalah Muslim pemberani penjaga lautan Kekaisaran Muslim Ottoman Turki.
Barbarossa sendiri memiliki arti janggut merah. Di dunia ini, ada tiga orang besar yang terkenal dengan janggut merahnya, yaitu kaisar Frederick I Romawi dan kakak beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki.
Dilansir dari ThoughtCo, Jumat (28/6/2019), Khairuddin Barbarossa merupakan seorang pemilik dan pemimpin kapal perang pribadi sekaligus laksamana Kekaisaran Ottoman Turki yang mendominasi Mediterania selama beberapa dekade.
Barbarossa lahir sekitar tahun 1470-an atau awal 1480-an di Desa Palaiokipos, di Pulau Midili, Yunani yang berada di bawah Kekaisaran Ottoman Turki.
Ayahnya, Yakup yang merupakan tukang tembikar, membeli sebuah perahu untuk membantunya menjual barang-barangnya di seluruh pulau dan sekitarnya. Dari sana, Barbarossa dan saudara-saudaranya mulai belajar berlayar.
Antara 1504-1510, Aruj, kakak laki-laki Barbarossa, menggunakan armada kapalnya untuk mengangkut pengungsi Muslim Moor dari Spanyol ke Afrika Utara setelah jatuhnya Granada.
Pada 1516, Barbarossa dan Aruj memimpin invasi laut dan darat ke Aljazair yang saat itu berada di bawah dominasi Spanyol. Dengan bantuan dari Kekaisaran Ottoman Turki, dua bersaudara tersebut berhasil mengalahkan dan mengusir Spanyol dari kota-kota di Aljazair.