Laksamana Zheng He, Penemu Amerika dan Penyiar Islam di Indonesia

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis
Senin 22 Juli 2019 01:42 WIB
Laksamana Zheng He
Share :

China menjadi negara yang terisolasi sendiri selama 100 tahun mendatang. Zheng He diangkat sebagai komandan pelabuhan di Nanking dan menerima perintah untuk membubarkan pasukannya. Zheng He memilih dengan dukungan Xuande, yang telah berhasil Hongxi, untuk menghidupkan kembali ekspedisinya.

Pada perjalanannya yang ke-7 dan terakhir pada tahun 1433 (ketika ia menjadi 60 tahun), Zheng He mengunjungi kembali Teluk Persia, Laut Merah dan Afrika dan meninggal di India dalam perjalanannya kembali.

Juga terbukti bahwa Zheng He menemukan Amerika dan Australia dalam salah satu perjalanannya sebelum Columbus melakukannya. Dan dia juga mencapai pantai timur Afrika dan berlayar dari Tanjung Harapan ke Kepulauan Tanjung Verde sebelum Marco Polo melakukannya.

Setiap kali Zheng He mencapai suatu negara, ia berlayar kembali ke China dengan produk-produk eksotis seperti gading, unta, emas, dan barang-barang lainnya.

Semua ekspedisi itu mengirim satu pesan ke dunia: China adalah negara adidaya ekonomi dan politik. Tapi Zheng He menambahkan satu hal penting dalam perjalanannya: memanggil orang ke Islam.

Dengan penasihat Muslimnya, Zheng He mengundang orang-orang lokal untuk memeluk Islam ke mana pun mereka pergi. Di pulau-pulau Indonesia di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan lainnya, komunitas Muslim kecil telah dipasang sebelum mereka bertemu Zheng He. Penyebaran pesan Islam di Asia Tenggara dimulai beberapa tahun yang lalu berkat pedagang Arab dan India. Zheng He secara aktif mendukung pertumbuhan Islam yang berkelanjutan di bidang-bidang ini.

Untuk memfasilitasi penyebaran Islam dengan cepat di Asia Tenggara, Zheng He mendirikan komunitas Muslim China di Palembang, Jawa, Semenanjung Melayu, dan Filipina. Tugas mereka adalah menyebarkan islam di sekitar daerah itu untuk membangun masjid dan menyediakan layanan sosial lainnya yang dibutuhkan komunitas Muslim setempat.

Setelah kematiannya, Muslim China di Asia Tenggara melanjutkan pekerjaan Zheng He dengan berbagai cara. Ini membawa lebih banyak orang ke Islam di Asia Tenggara dan memperkuat komunitas Muslim yang berkembang di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan wilayah Asia Tenggara yang lengkap ini.

Kesimpulan: Zheng He, penjelajah maritim terhebat China, tidak hanya kebanggaan sejarah Tiongkok, tetapi juga pahlawan yang sangat unik dalam sejarah peradaban Islam.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya