Dalam setiap kegiatan kita harus memperhatikan adab dan sopan santun. Misalnya adab saat makan, menjamu tamu, masuk masjid, hingga saat berada di area kuburan.
Baru-baru ini viral sebuah video yang melihatkan perbuatan tidak terpuji dari dua pemuda yang menaiki sepeda motor di atas kuburan.
Viralnya postingan tersebut lantas menuai beragam respon dari warganet, yang kebanyakan berupa hujatan, kecaman, dan doa agar para pelaku terkena azab.
Padahal dalam Islam terdapat suatu amalan sunah yang biasa dilakukan di kuburan, yaitu ziarah kubur. Dengan ziarah kubur diharapkan agar umat Islam selalu mengingat bahwa kematian itu nyata.
Namun perbuatan yang dilakukan pemuda yang menaiki motor di kuburan tersebut tidak sesuai adab bahkan sudah melewati batas.
Ustadz Asroni Al-Paroya menjelaskan, saat melewati kuburan, hendaknya kita sebagai seorang Muslim mengedepankan akhlak yaitu dengan cara mendoakan orang Islam yang dimakamkan di kuburan tersebut.
Menurutnya, perbuatan pemotor tersebut sudah melewati batas dan tidak memiliki akhlak ataupun adab.
"Kita duduk di atas kuburan aja dalam hukum syara' itu kurang adab apalagi sampai naik motor di atas kuburan," ungkapnya kepada Okezone (25/7/2019).
Ustadz Asroni menambahkan, "Naik motor di atas kuburan ini mah udah kelewatan batas, udah gak punya akhlak dan adab."
Salah satu hal yang mestinya dilakukan oleh seseorang yang ziarah kubur atau lewat di depan kubur adalah mendoakan orang yang berada dalam kubur, sebab doa dan zikir-zikir yang dibacakan oleh peziarah dengan niat pahalanya ditujukan pada orang yang telah meninggal, menurut kesepakatan para ulama pasti sampai pada mayit (orang meninggal).
Seperti yang dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar:
قال النووي في الأذكار أجمع العلماء على أن الدعاء للأموات ينفعهم ويصلهم ثوابه اه روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال ما الميت في قبره إلا كالغريق المغوث بفتح الواو المشددة أي الطالب لأن يغاث ينتظر دعوة تلحقه من ابنه أو أخيه أو صديق له فإذا لحقته كانت أحب إليه من الدنيا وما فيها
Artinya : "Imam Nawawi berkata dalam kitabnya, Al-Adzkar, 'Para Ulama sepakat bahwa doa pada orang yang meninggal, bermanfaat dan sampai pada mereka' diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa sesungguhnya beliau bersabda, 'Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong, mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya atapun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya'” (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nihayat al-Zain, hal. 281)
Perlu diingat kembali, mengapa kita diajarkan untuk mendoakan orang yang berada di dalam kubur, adalah agar kita yang masih hidup selalu mengingat akan keadaan orang-orang yang ada di dalam kubur, bukannya malah bermain-main di area kuburan.
Ustadz Asroni juga menyampaikan pesan kepada anak muda terkait viralnya pemotor di atas kuburan, agar selalu memperhatikan batasan dan tempat saat bermain.
"Saya himbau kepada anak muda-mudi yang budiman, bermain itu ada batasnya ada tempatnya, janganlah kita jadikan kuburan itu buat bermain-main, jadikanlah kuburan itu buat kita mengingat setelah kehidupan," harapnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)