Seperti halnya zina yang dosanya amat serius, menuduh seseorang berzina juga perbuatan yang serius. Jika tidak terbukti, tuduhan itu justru berbalik kepada yang menuduh. Menuduh zina dalam bahasa syariat dinamakan dengan qazaf.
Secara pengertian, qazaf bermakna melemparkan tuduhan zina kepada orang lain yang baik lagi suci atau menafikan keturunannya. Qazaf berpotensi melahirkan hukum had bagi yang dituduh jika terbukti atau bagi penuduh jika mengada-ada.
Jika ia hanya menuduh seseorang lain mencuri, minum arak, murtad, termasuk juga mencaci yang bisa menjatuhkan kehormatan kemudian tidak terbukti, ia hanya dikenakan hukuman takzir.
(Dyah Ratna Meta Novia)