K.H. Hasyim Asy’ari, dalam kitabnya yg berjudul Adabul ‘Alim wal Muta’allim, menasihati kita untuk berhati-hati dalam memilih guru agama.
Kenapa memilih guru agama harus hati-hati? sebab tak semua yang disebut guru memiliki niat yang tulus untuk membimbing umat. Tidak semua guru bersih dari cita-cita duniawi dan kepentingan pribadi.
Namun memang ada guru yang justru mengejar kesuksesan pribadi. Meski demikian masih ada guru yang hidupnya dituntun hikmah. Salah satu makna hikmah adalah, kearifan yang lahir dari pergulatan masa lalu, kemudian diamalkan demi kebaikan pada masa depan.
Seperti dilansir Muslim Moderat, orang-orang beruntung jika dididik oleh guru yang dituntun hikmah. Sebab, berkaca pada apa yang telah dialaminya sendiri, dia pasti memikirkan nasib muridnya kelak.