Ketika Seorang Lelaki Sendawa di Depan Rasulullah

Novie Fauziah, Jurnalis
Kamis 22 Agustus 2019 23:05 WIB
Kisah Rasulullah dan sahabat (Foto: Sahara Holidays)
Share :

Kadang kita sendawa saat kekenyangan karena terlalu banyak makan. Padahal Rasulullah melarang kita banyak makan.

 

Namun kadang kita juga bersendawa saat kita mengalami masuk angin. Sebab sendawa itu mengeluarkan angin dari tubuh.

Islam selalu mengajarkan kita makan sehat dan menghindari sendawa berlebihan. Seperti dikutip dari buku pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah yang ditulis oleh Dr. Nadiah Thayyarah, Rasulullah menganjurkan kita agar menjaga keseimbangan pola makan.

Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Umar,

"Seorang laki-laki bersendawa di hadapan Rasulullah. Beliau lalu berkata,"Hentikan sendawamu itu dari kami, karena orang yang paling banyak kenyang di dunia, ia akan menjadi orang yang paling lama laparnya di hari kiamat."

Ini berarti makan terlalu berlebihan sangat tidak baik untuk kesehatan. Rasul pun tidak menyukai orang yang terlalu kenyang (makan), lalu bersendawa di depan oranglain karena dianggap tidak sopan.

Aisyah meriwayatkan,

"Petaka pertama di tengah umat ini setelah zaman Nabinya adalah kekenyangan. Ketika perut satu kaum kenyang, maka tubuh mereka akan liar," (HR. Bukhari)

Nah, jika Anda ingin menerapkan hidup sehat, bisa meniru atau menerapkan kebiasaan Rasulullah di setiap kali hendak makan.

"Tidaklah anak Adam mengisi satu bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makan sekadar untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak, maka buatlah perutnya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara napasnya," (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Mungkin saja sebagian dari orang hanya mengetahui jika ilmu pergizian ditemukan dan dikembangkan oleh para ilmuwan terkini.

Ternyata Allah telah menghimpun ilmu kesehatan dan gizi dalam satu ayat, terdiri dari tiga kalimat saja. Allah berfirman;

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan," (Al-A'raf:31).

Rasulullah ternyata punya menu yang berbeda dalam setiap waktu makannya. Menurut Ibn Abi 'Umar dari Sufyan, dari Ma'mar, dari Zuhairi, dari 'Urwah, dari Aisyah, Rasulullah diketahui mengonsumsi madu untuk sarapannya. Selain madu, Rasulullah juga mengonsumsi air dingin.

"Minuman yang paling sering diminum Rasulullah ialah air dingin manis, itu berasal dari air dingin yang dicampur madu."

Lalu, untuk menu makan siangnya, Rasulullah mengonsumsi minyak zaitun. Jadi, apapun yang dia makan di siang hari, Rasul akan tambahkan minyak zaitun ke dalamnya.

"Tambahkan minyak zaitun ke dalam makanan dan gunakan minyak itu juga untuk memijat tubuhmu." (HR. Tirmidzi).

Kemudian, apakah Rasulullah makan malam? Jawabannya adalah iya. Rasulullah pernah bersabda, "Siapa saja yang melewatkan makan malam, tubuhnya akan melemah."

Namun, apa yang menjadi menu makanannya? Diketahui kalau Rasulullah mengonsumsi roti dan susu sebagai menu makan malamnya. Menurut dia, makan malam itu penting karena bisa memberi vitamin dan energi ke tubuh.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya