5 Kesalahan yang Tak Disadari saat Berwudhu

, Jurnalis
Rabu 16 Oktober 2019 05:03 WIB
Orang berwudhu (Foto: About Islam)
Share :

Saat kita hendak salat, hal pertama yang dilakukan adalah berwudhu. Ini dilakukan untuk membersihkan diri dari berbagai hadas kecil.

Namun orang berwudhu tak hanya saat mau salat saja. Terkadang sebelum tidur kita juga dianjurkan berwudhu agar tidur dalam keadaan suci.

 

Meski demikian, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat berwudhu. Berikut ini terdapat 5 kesalahan dalam berwudhu yang jarang diketahui orang: 

1. Membaca basmalah di kamar kecil

Setiap hal baik disunnahkan membaca basmalah sebelum melakukannya. Oleh karena itu, basmalah juga disunnahkan membacanya sebelum berwudhu. Kerap kali umat muslim melakukan wudhu di kamar kecil atau kamar mandi yang menyebabkan basmalah tidak disunnahkan diucapkan. Biasanya bagi mereka yang tidak menemukan tempat khusus untuk wudhu.

Seperti dilansir dari website Pondok Pesantren Tebu Ireng, pada umumnya orang yang terbiasa melafalkan basmalah, masih membaca basmalah saat di kamar kecil karena lupa. Padahal hal ini tidak diperbolehkan, karena di dalam basmalah terkandung nama Allah. Hal ini juga terkait dengan adab di dalam kamar mandi, yakni tidak diperbolehkan bicara dan bersuara. Untuk itu, basmalah hanya dibatin dalam hati dan tidak perlu diucapkan dalam lisan. (Hasyiyah asy-Syibramalsi Nihayatul Muhtaj, juz I, hal 55) 

2. Kaki tidak terangkat saat dibasuh

Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Sempurnakanlah wudhu.” (HR. Muslim). Rukun wudhu kelima adalah membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Basuhan air harus merata sampai ke sela-sela jari dan telapak kaki. Kasus terjadi ketika seorang berwudhu menggunakan bak, bukan pancuran. Ketika membasuh kaki, orang tersebut tidak mengangkat kakinya yang masih menempel di lantai.

Akibatnya, bagian telapak kaki tidak terbasuh, padahal wajib. Ia merasa kakinya sudah basah dan mengira bahwa basuhan sudah merata. Padahal basah tersebut adalah karena lantainya yang sudah basah, bukan hasil dari basuhan. (al-Hawi fi Fiqhis Syafi’I, juz I, hal 363) Seri Tradisi Pesantren (2) Identitas Keilmuan Pesantren

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya