Sementara itu saat pengumuman Fachrul Razi sebagai menteri agama, Presiden Joko Widodo memberinya tugas untuk mengatasi radikalisme.
Radikalisme sendiri memang sedang menghangat dalam beberapa tahun terakhir. Nahdatul Ulama juga sudah lama mengutarakan bahwa sebenarnya Indonesia mengalami darurat radikalisme.
“Karena kondisi dan daya destruksi yang diakibatkan, secara kelembagaan jauh waktu, NU tegas mengingatkan bahaya radikalisme itu. Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT,” demikian keterangan tertulis Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas kepada media.
(Abu Sahma Pane)