Ustadz Agus juga mengingatkan bahwa menyadarkan orang dengan adanya kematian harus melalui cara yang halus serta tidak menggurui orang yang akan diingatkan tersebut, dan tanpa mempermalukannya.
"Tetapi Rasulullah juga memberikan nasihat kepada kita dalam hal memberikan nasihat itu hendaknya dengan cara hikmah dan ihsan. Misalnya, menasehati dengan tidak menggurui, tidak di hadapan umum, dengan bahasa lembut dan sopan, tidak mencari-cari kesalahan dan mempermalukan," pungkasnya.
Sementara itu beberapa ayat Alquran juga mengingatkan kita terhadap kematian. Di antaranya:
Ali Imran Ayat 145
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Wa mā kāna linafsin an tamụta illā bi`iżnillāhi kitābam mu`ajjalā, wa may yurid ṡawābad-dun-yā nu`tihī min-hā, wa may yurid ṡawābal-ākhirati nu`tihī min-hā, wa sanajzisy-syākirīn