Rupanya Nabi Adam selalu menyadari dan menghitung tahun-tahun umur yang dilewatinya. Meski sudah diingatkan bahwa sebagian usianya sudah dihibahkan kepada Dawud namun Adam tetap ingkar atau menolak. Pengingkaran itu tak lain karena sifat lupa.
Sifat itulah yang kemudian diwariskan Nabi Adam kepada anak-cucunya. Mereka ingkar dan lupa sebagaimana kakek moyangnya. Maka dari itu, Allah memerintah para malaikat untuk mencatat hujjah dan kesaksian Adam guna menghadapi penolakan orang-orang yang ingkar dan lupa.
(Dyah Ratna Meta Novia)